Kejagung Sita Aset dan Data untuk Pembuktian Skandal Jiwasraya

Hukum  KAMIS, 16 JANUARI 2020 | 20:55 WIB | Sugiharta Yunanto

Kejagung Sita Aset dan Data untuk Pembuktian Skandal Jiwasraya

MoeslimChoice | Meski rapat dengar Komisi III DPR dipercepat karena harus memenuhi panggilan Presiden Joko Widodo, Jaksa Agung Sanitiar Burhanudin sempat mengungkapkan perkembangan terakhir penanganan skandal gagal bayar PT Asuransi Jiwasraya. Selain menyita sejumlah aset, kata ST Burhanudin, Kejaksaan Agung juga mengumpulkan bukti melalui kloning data memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi.  

Penyitaan aset dan pengumpulan data elektronik itu berlangsung dalam penggeledahan belasan tempat yang terkait dengan penyidikan skandal ini. Ia menyebut penggeledahan Kejagung berlangsung antara lain di kantor PT Trada Alam Minera dan PT Pool Advista Finance Tbk, PT Millenium Capital Management, PT Jasa Capital Asset Management, dan PT Corfina Capital Asset Management.

"Penyidik melakukan penggeledahan, 15 tempat kami lakukan penggeledahan," kata Burhanuddin dalam rapat bersama Komisi III DPR, di Kompleks Parlemen, Jakarta, Kamis, 16/1/20. Dari penggeledahan itu Kejagung menyita sejumlah aset dan data untuk pembuktian.

Sejauh ini, kata dia, para penyidik Kejagung telah memeriksa 140 orang saksi dan dua orang ahli terkait skandal ini. Burhanudin juga menyatakan sudah mengajukan permohonan kepada Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) untuk menelusuri transaksi terkait kasus Jiwasraya, juga permohonan kepada Otoritas Jasa Keuangan untuk melakukan audit forensik.

"Kami mengeluarkan surat pencekalan terhadap 13 orang terkait perkara asuransi Jiwasraya," kata dia.

Sebelumnya Kejagung telah menahan lima tersangka dalam skandal BUMN asuransi ini. Tiga dari Jiwasraya yaitu eks Direktur Utama Hendrisman Rahim, eks Kepala Investasi dan Divisi Keuangan Jiwasraya Syahmirwan, serta eks Direktur Keuangan Jiwasraya Hary Prasetyo.

Sedangkan dua tersangka lainnya dari kalangan pengusaha yang saham perusahaannya terdaftar di pasar modal. Mereka adalah Komisaris Utama PT Hanson International Benny Tjokrosaputro dan Presiden Komisaris PT Trada Alam Minera Heru Hidayat.


Komentar Pembaca