Hafidz Abbas: Penindasan Uighur Peluang Indonesia di Pentas Dunia

Nasional  KAMIS, 16 JANUARI 2020 | 19:36 WIB

Hafidz Abbas: Penindasan Uighur Peluang Indonesia di Pentas Dunia

MoeslimChoice | Perlakuan represif dan kebijakan tidak manusiawi yang dialami etnis minoritas Uighur di Xinjiang, China sudah semakin terkuak. Mantan Kerua Komnas HAM Hafidz Abbas melihat ini merupakan peluang Indonesia untuk berperan dan berkontribusi dalam perdamaian dan ketertiban dunia sesuai dengan amanat konstitusi.

Terlebih lagi, kata dia, banyak penduduk dunia, termasuk di Indonesia, muak dengan kesewenang-wenangan ini. Sayangnya, kata Hafidz, sikap negara-negara dunia tidak tegas terhadap pelanggaran hak asasi manusia terhadap etnis Uighur di Xinjiang, Tiongkok itu.

"Jadi, sayang sekali Indonesia tidak mengambil peran untuk berkontribusi dalam masalah Uighur," ungkap Hafidz Abbas saat menjadi pembicara dalam diskusi publik yang diselenggarakan Institute Democracy Education (IDE) bertema “Kejahatan Kemanusiaan RRC Atas Kaum Uighur” di Hotel Grand Alia Cikini, Jakarta Pusat, Kamis, 16/1/20.

Bahkan, sambung Hafidz, negara-negara Islam seolah telah menutup mata dan mulut atas apa yang terjadi di Xinjiang. "Negara OKI (Organisasi Kerjasama Islam) mengecam tapi kemudian itu dicabut kembali. Seluruh negara Islam meredup dan tidak bicara sama sekali," ungkapnya.

Lebih memprihatinkan lagi adalah sikap pemerintah Indonesia yang justru memberi karpet merah untuk China berinvestasi. "Kenapa kita memberikan karpet merah untuk negara yang berbahaya ini? Misal di Morowali. Kenapa kita banyak menggantungkan ke Cina?" tanyanya.

Seharusnya, kata Hafidz, Indonesia harus lebih berani mengambil peran sesuai dengan amanat konstitusi, yaitu untuk ikut serta dalam menjaga ketertiban dunia. Apalagi, Indonesia kini menjadi anggota tidak tetap Dewan Keamanan PBB.


Komentar Pembaca