Bintang Bollywood Sonam Kapoor Ajak Followernya Boikot "Uber" di London

Internasional  KAMIS, 16 JANUARI 2020 | 20:00 WIB

Bintang Bollywood Sonam Kapoor Ajak Followernya Boikot

foto/net

Moeslimchoice. Bintang Bollywood Sonam Kapoor Ahuja telah meminta penggemarnya untuk tidak menggunakan Uber di London setelah dirinya mendapatkan 'pengalaman paling menakutkan' di tangan seorang pengemudi yang selalu 'berteriak dan berteriak'.

Aktris peraih penghargaan di berbagai ajang penghargaan lewat filmnya Neerja (2016) itu mengatakan, bahwa supir kendaraan Uber yang ditumpanginya terlihat 'tidak stabil' dan berperilaku aneh, sehingga dirinya dibuat 'gemetar' dan 'Ketakutan' seusai menempuh perjalanan.

Ini merupakan insiden terbaru yang melibatkan sebuah jasa transportasi raksasa asal Amerika yang penuh kontroversial,  yang dipaksa keluar dari London oleh Walikota, Sadiq Khan karena kegagalannya menghentikan pengemudi yang tidak berlisensi dan tidak diasuransikan.

Lewat akun twitternya, Sonam Kapoor Berkicau untuk memberi tahu kepada 12,8 juta followernya. 

"Hai teman-teman, aku punya pengalaman paling menakutkan dengan @UberLondon. Tolong berhati-hatilah. Yang terbaik dan teraman hanya dengan menggunakan transportasi umum setempat atau taksi ..' tulisnya.

"Pengemudi tidak stabil dan berteriak dan berteriak. Saya sangat gemetar dan ketakutan," tambah putri aktor 'Slumdog Millionaire', Anil Kapoor tersebut.


"Saya mencoba mengkomplain pada aplikasi tersebut, dan baru saja mendapat beberapa balasan. Kalian perlu memperbarui sistem Anda. Kerusakan sudah terjadi. Tidak ada lagi yang bisa Anda lakukan," ujarnya.

Pihak Uber pun menanggapi tweet Sonam  dengan pesan yang tampaknya telah di setting otomatis.

Perusahaan multi-miliar dolar, Uber telah mendapat kritik global atas catatan keselamatan penumpangnya. Mereka kehilangan SIM di London setelah otoritas transportasi mengatakan, telah gagal untuk memperbaiki satu litani masalah keselamatan, termasuk setidaknya 14.000 kasus pengemudi yang menyerahkan izin mereka kepada teman atau kerabat yang tidak berlisensi.

Aplikasi ini terus beroperasi di ibukota sambil menunggu banding.

Pada 2017, seorang wanita yang diperkosa oleh seorang pengemudi Uber di India mengajukan gugatan AS yang menuduh layanan itu menyerang privasinya dan memfitnah karakternya.

Bulan lalu, Uber juga merilis sebuah laporan yang mengatakan telah menghitung hampir 6.000 serangan seksual di Amerika Serikat, yang merupakan pasar terbesarnya, selama beberapa tahun terakhir. Itu termasuk lebih dari 450 kasus pemerkosaan.

Di Prancis, perusahaan itu berada di bawah tekanan dari kampanye viral yang merinci serangan seksual yang melibatkan para pembalapnya, di bawah tagar #UberCestOver (Uber sudah berakhir).

Insiden itu terjadi seminggu setelah Sonam Kapoor mengkritik maskapai penerbangan Inggris, British Airways karena barang bawaannya diduga hilang, dan ini merupakan untuk yang kedua kalinya selama satu bulan ini. [mt/Dailymail]


Komentar Pembaca