Waspada Investasi Bodong MeMiles Bisa Muncul dengan Nama Lain

Ekonomi  KAMIS, 16 JANUARI 2020 | 13:14 WIB

Waspada Investasi Bodong MeMiles Bisa Muncul dengan Nama Lain

MoeslimChoice | Penawaran investasi yang akhirnya hanya mengeruk dana milik perorangan akan muncul berulang. Kasus yang terbaru adalah tawaran investasi melalui aplikasi telepon seluler dengan nama MeMiles (baca: Mimails) yang dibongkar oleh Polda Jawa Timur.

Mereka menawarkan lewat aplikasi bernama MeMiles. Pengguna menggunggah aplikasi MeMiles kemudian menjadi anggota dan melakukan top up uang dengan iming-iming keuntungan besar dan menang arisan.

Yang ikut menghebohkan, sejumlah publik figur seperti penyanyi dan artis diduga terlibat atau menerima imbalan hasil investasi ilegal MeMiles. Hal tersebut disampaikan Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Jatim, Kombes Gideon Arief Setyawan saat meninjau barang bukti hasil sitaan dari kasus investasi ilegal MeMiles di gudang barang bukti Mapolda Jatim, Jalan A Yani, Surabaya, Jawa Timur, awal Januari 2020.

"Ada publik figur. Publik figur orang yang dikenal secara umum. Ada penyanyi, ada artis," tutur Gideon.

Korban investasi ilegal MeMiles pun berdatangan ke Polda Jatim. Hingga 11 Januari 2020, tercatat sudah ada 27 orang yang melapor ke Mapolda karena menjadi korban investasi yang dijalankan PT Kam and Kam. Para korban bukan hanya dari Surabaya. Mayoritas berasal dari luar kota.

Kabidhumas Polda Jatim Kombespol Trunoyudo Wisnu Andiko memastikan jumlah korban yang melapor bakal terus bertambah. Menurut dia, puluhan orang itu sudah membuat laporan secara resmi. Artinya, mereka mendatangi mapolda dengan menunjukkan bukti. "Banyak juga yang melapor lewat pengaduan online," ucapnya.

Trunoyudo menerangkan, korban yang sudah membuat laporan secara resmi tidak hanya berasal dari metropolis dan sekitarnya Dia menyebut kebanyakan justru dari luar provinsi. Misalnya, DKI Jakarta dan Jawa Barat. "Dari Medan dan Manado juga ada," jelasnya.

Ketua Satgas Waspada Investasi pada Otoritas Jasa Keuangan, Tongam L Tobing menuturkan, PT Kam and Kam yang menjalankan aplikasi MeMiles memakai metode money games seolah-olah yang mengikuti program ini akan mendapat keuntungan besar. Investasi bodong tersebut dilakukan dengan menggunggah aplikasi MeMiles kemudian anggotanya melakukan top up uang.

"Download aplikasi, top up Rp 100 ribu-Rp 600 ribu bisa dapat HP. Rp 3,5 juta dapat motor, dan top up Rp 7 juta dapat mobil. Masyarakat teriming-iming untuk dapatkan keuntungan. Tetapi tidak masuk akal," ujar Tongam.

Padahal perusahaan yang dijalankan tersebut tidak memproduksi barang dan memiliki uang. Tongam menuturkan, para pelaku tersebut menghimpun dana dari peserta baru untuk membayar peserta yang sudah ada sebelumnya. Ini jadi sepertli gali lubang tutup lubang.

"Tidak rasional orang ingin cepat kaya, mendapatkan mobil dan motor dengan dana jumlah kecil. Padahal pelaku pun tidak mempunyai uang. Ini pola money game. Kepesertaan dari peserta baru untuk menutupi peserta sebelumnya," tutur Tongam.

Tapi, kata dia, jika masyarakat masih saja mempercayai tawaran investasi yang tak masuk akal, yang seperti MeMiles bisa muncul lagi. Waspada saja.


Komentar Pembaca