Resmikan KCP Pati, BNI Syariah Harap Pengembangan Ekosistem Halal Maksimal

Ekonomi Syariah  KAMIS, 16 JANUARI 2020 | 05:11 WIB | Natasha

Resmikan KCP Pati, BNI Syariah Harap Pengembangan Ekosistem Halal Maksimal

MoeslimChoice | Menjawab kebutuhan perluasan akses ekosistem halal di wilayah Jawa Tengah, BNI Syariah membuka Kantor Cabang Pembantu (KCP) Pati, yang merupakan perpanjangan pelayanan Kantor Cabang Kudus. 

SEVP Bisnis Ritel dan Jaringan BNI Syariah, Iwan Abdi mengatakan dengan hadirnya BNI Syariah di Pati dapat mendekatkan akses masyarakat Pati dan sekitarnya untuk bertransaksi syariah. “Masyarakat bisa menjangkau akses permodalan, simpanan dana maupun produk perencanaan syariah lainnya,” kata Iwan pada awak media, Rabu (15/1/2020). 

Ia juga menyatakan, bahwa pembukaan KCP Pati merupakan kontribusi BNI Syariah terhadap pertumbuhan ekonomi provinsi Jawa Tengah. 

Selain meresmikan KCP Pati, BNI Syariah juga menandatangani Perjanjian Kerjasama (PKS) dengan PT Griya Lima Garuda terkait dengan kerjasama produk pembiayaan BNI Griya iB Hasanah dan dengan Sekolah Al Azhar Pati mengenai pengelolaan keuangan Platform Sekolah Pintar serta menyerahkan bantuan perlengkapan ibadah kepada Masjid Nurussalam Saliyan, santunan dan perlengkapan sekolah kepada anak yatim binaan Yayasan Lazismu Pati, serta pengobatan gratis untuk warga sekitar. 

"Pembukaan KCP Pati ini merupakan upaya BNI Syariah untuk memaksimalkan pengembangan ekosistem halal. Hal ini sejalan dengan corporate strategy BNI Syariah yaitu Embracing New Opportunities, dimana BNI Syariah siap meraih peluang-peluang baru untuk meningkatkan pertumbuhan bisnis dan menjadi partner yang lebih baik," papar Iwan. 

Sambutan positif disampaikan oleh Bupati Pati, Haryanto yang mengapresiasi pembukaan outlet BNI Syariah KCP Pati. 

"Diharapkan pembukaan outlet ini bisa memberikan alternatif pilihan masyarakat untuk bertransaksi secara syariah. Dengan hadirnya BNI Syariah di Pati kami berharap dapat mempercepat pertumbuhan ekonomi lokal daerah dengan bisnis berbasis syariah,” kata Haryanto. 

Provinsi Jawa Tengah mempunyai potensi ekonomi yang cukup besar. Hal ini salah satunya ditunjukkan dengan pertumbuhan ekonomi Jawa Tengah pada triwulan III 2019 mencapai 5,66 persen (yoy), lebih tinggi dibandingkan triwulan sebelumnya yang sebesar 5,21 persen (yoy). 

Pertumbuhan tertinggi dicapai oleh kategori penyediaan akomodasi dan makan minum sebesar 18,84 persen. Tingginya pertumbuhan pada kategori tersebut didukung banyaknya bermunculan kedai makan dan minum baru. Selain itu, pada triwulan III 2019 ini banyak diselenggarakan beberapa kegiatan di Jawa Tengah seperti Asean School Games yang mendorong tumbuhnya lapangan usaha akomodasi. Lapangan usaha lain yang mengalami pertumbuhan cukup tinggi adalah jasa perusahaan sebesar 13,53 persen serta informasi dan komunikasi sebesar 11,52 persen.

Pertumbuhan ekonomi di Pati pada 2018 dikontribusikan oleh industri pengolahan diantaranya bisnis makanan dan minuman. Kemudian dari pertanian, kehutanan dan perikanan serta industri perdagangan besar dan eceran, reparasi mobil dan sepeda motor. Kehadiran BNI Syariah di Kabupaten Pati mempunyai potensi cukup besar karena jumlah penduduk muslimnya mencapai 92 persen dari jumlah penduduk. 

Total aset yang dihimpun BNI Syariah KC Kudus sebesar Rp 355,8 miliar naik 21,2 persen yoy; DPK sebesar Rp 336,3 miliar naik 21,43 persen yoy; pembiayaan sebesar Rp 229,9 miliar naik 15 persen yoy; dan laba bersih sebesar Rp 13,4 miliar naik 25,3 persen yoy. (amn)


Komentar Pembaca