Tiga Jamaah Umrah Kritis, Lion Air Mendarat Darurat di Sri Lanka

Kabar Tanah Suci  RABU, 15 JANUARI 2020 | 15:00 WIB

Tiga Jamaah Umrah Kritis, Lion Air Mendarat Darurat di Sri Lanka

foto/net

Moeslimchoice. Pesawat Lion Air JT-805 yang terbang dari Bandar Udara Internasional King Abdul Aziz Jeddah, Arab Saudi (JED) tujuan Surabaya melalui Bandara Internasional Juanda di Sidoarjo, Jawa Timur (SUB), Minggu (12/1) terpaksa harus mendarat darurat di Sri Lanka. 

MC Award 2

Pesawat jenis Airbus 330-300 CEO registrasi PK-LEG itu mendarat di Bandar Udara Internasional Bandaranaike di Katunayake, 35 km utara dari Kolombo, Sri Lanka (CMB). 

Danang Mandala Prihantoro dari 'Corporate Communications Strategic of Lion Air' menjelaskan, bahwa penerbangan JT-085 yang membawa 13 kru dan 257 penumpang atau tamu jamaah umrah sudah dipersiapkan dengan baik dan sesuai standar operasional prosedur.

"Kondisi kesehatan setiap tamu sudah mempunyai surat izin medis sebelum penerbangan dengan menunjukkan dan melampirkan surat keterangan kelaikan terbang," kata Danang, Selasa (14/1) malam, seperti diberitakan jpnn.

Menurut Danang, pesawat berangkat Minggu (12/1) pukul 18.20 waktu Jeddah dan dijadwalkan mendarat di Bandara Juanda, Senin (13/ 1), pukul 8.30 WIB. Satu jam setelah lepas landas, pilot Lion Air JT-085 menginformasikan kepada petugas lalu lintas udara akan melakukan pengalihan pendaratan (divert) ke Bandara Internasional Bandaranaike di Katunayake, 35 kilometer utara dari Kolombo, Sri Lanka, karena alasan medis.

Sebab, ada tiga jamaah umrah yang segera membutuhkan pertolongan, salah satunya adalah jamaah wanita bernama Saringa Albadiah yang kondisinya sangat kritis. Awak kabin yang bertugas menjalankan tindakan sesuai prosedur dengan mengumumkan apakah terdapat dokter atau petugas medis, serta membantu melakukan penanganan.

"Dokter bersama awak kabin sudah memberikan pertolongan pertama. Dokter menyatakan meninggal dunia tamu tersebut ketika pesawat akan mendarat," ujar Danang.

Dia menambahkan, petugas layanan darat di Bandaranaike bersama pengelola dan pusat kesehatan bandara sudah mempersiapkan untuk melakukan pertolongan. 

Danang menyatakan, setelah mendarat normal pukul 1.45 waktu Sri Lanka, dan berada di landas parkir (apron), dua tamu laki-laki bernama Suwadi dan Amadulah juga membutuhkan penanganan medis.  Seluruh pihak terlibat segera melakukan tindakan penanganan dan langsung dibawa ke rumah sakit terdekat.

"Dari dua tamu laki-laki tersebut, satu tamu Suwadi dinyatakan meninggal dunia oleh tim medis dan satu tamu Amadulah masih menjalani perawatan di rumah sakit," katanya. 

Lion Air menyampaikan prihatin dan rasa duka cita mendalam atas meninggalnya dua tamu jamaah tersebut. Lion Air mengucapkan terima kasih atas bantuan dokter dan awak kabin yang telah berupaya memberikan penanganan kepada tamu.

Setelah proses penanganan selesai, Lion Air JT-085 mengudara kembali dari Bandaranaike, Senin (13/1) pukul 9.45 waktu setempat dan telah tiba di Bandara Juanda pukul 16.30 WIB. [mt/jpnn]


Komentar Pembaca