Ekspor Beras 500 Ribu Ton Bikin Sehat Usaha Penggilingan

Ekonomi  RABU, 15 JANUARI 2020 | 10:55 WIB

Ekspor Beras 500 Ribu Ton Bikin Sehat Usaha Penggilingan

Ilustrasi

MoeslimChoice | Peneliti Center for Indonesian Policy Studies (CIPS), Galuh Octania, mengemukakan, rencana ekspor beras yang ditargetkan mencapai 500.000 ton pada 2020 dinilai bakal berdampak positif bagi usaha penggilingan di berbagai daerah.

Galuh Octania, dalam rilisnya di Jakarta, Rabu (15/1/2020), menyatakan, untuk mendukung tercapainya target 500 ribu ton ekspor beras di tahun ini, Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo menyosialisasikan Program Komando Strategi Penggilingan Padi (Kostraling).

"Dengan ada target, idealnya program ini juga bisa berdampak positif terhadap penggilingan padi," katanya.

Apalagi, menurut dia, beberapa waktu yang lalu, para pengusaha penggilingan padi dihadapkan dengan ketatnya kompetisi antarpengusaha karena ada ketidakseimbangan antara jumlah padi yang diproduksi dengan jumlah usaha penggilingan.

Ketidakseimbangan tersebut, lanjutnya, dinilai merugikan pengusaha penggilingan padi, terutama pengusaha berskala kecil.

"Program ini sebaiknya juga menciptakan kerja sama jangka panjang antara petani dengan pengusaha penggilingan padi supaya mereka tetap bisa beroperasi," ungkap Galuh.

Ia berpendapat bahwa para pengusaha penggilingan padi dapat terintegrasi dan bekerja sama dengan gabungan kelompok tani di wilayah setempat.

Salah satu dari tiga agenda Kostraling adalah mempersiapkan semua wilayah untuk memiliki alat penggiling atau RMU (Rice Milling Unit).

Namun, lanjutnya, implementasi dari agenda ini harus benar-benar dipikirkan matang-matang dan secara merata agar setiap usaha penggilingan padi, terutama yang berskala kecil, memiliki kesempatan yang sama bersaing dengan perusahaan penggilingan yang berteknologi lebih baik.

Galuh mengharapkan, pada akhirnya semua pelaku di rantai distribusi beras dari petani hingga usaha penggilingan padi dapat memperoleh keuntungan dan manfaat timbal balik yang sama.

Sebelumnya, Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo menginisiasi program Komando Strategi Penggilingan Padi (Kostraling) yang melibatkan pelaku usaha penggilingan padi guna mendukung target ekspor beras 500.000 ton pada 2020.

Saat pencanangan Program Kostraling di Depok, Jawa Barat, Senin (13/1/2020), Syahrul mengatakan, Kementan memerlukan keterlibatan kementerian/lembaga pemerintah lain, maupun swasta dari hulu hingga hilir, termasuk dengan para pengusaha penggilingan padi dan pengusaha beras nasional.

"Saya berharap seluruh pelaku usaha penggilingan padi dapat bergabung dengan Kostraling. Saya memberikan kesempatan pada yang memang siap dan punya integritas untuk membantu dan berfungsi menjadi muara akhir dari ekosistem pertanian," kata Menteri Syahrul, melalui keterangannya di Jakarta, Senin (13/1/2020). [yhr]


Komentar Pembaca