Gunung Taal di Filipina Erupsi, 50 Mahasiswa Indonesia Diungsikan

Internasional  SELASA, 14 JANUARI 2020 | 20:35 WIB

Gunung Taal di Filipina Erupsi, 50 Mahasiswa Indonesia Diungsikan

foto/net

Moeslimchoice. Akibat meletusnya Gunung Taal pada Minggu (12/1), pukul 17.30 waktu setempat, Kementerian Luar Negeri siap mengevakuasi para warga negara Indonesia di wilayah Cavite, Filipina.

MC Award 2

Sebagaimana dipaparkan Direktur Perlindungan WNI Kemlu RI, Judha Nugraha, terdapat 170 WNI yang bertempat tinggal di wilayah Cavite, dan mayoritas mereka adalah mahasiswa.

"Tim Perlindungan KBRI Manila pagi ini (13/01) telah berada di wilayah Cavite untuk memantau situasi, berkoordinasi dengan otoritas setempat dan memberikan bantuan kepada para WNI. Jika diperlukan, tim akan mengevakuasi para WNI ke KBRI Manila," kata Judha, seraya menambahkan gunung tersebut berjarak sekitar 82 kilometer dari Manila.

Menurutnya, KBRI Manila telah menyampaikan imbauan agar masyarakat Indonesia di wilayah terdampak meningkatkan kewaspadaan serta mengikuti arahan otoritas setempat.

Di antara yang dievakuasi oleh tim KBRI Manila tersebut adalah Yohane Chitra Natalia Nababan, seorang mahasiswa di Adventist International Institute of Advanced Studies (AIIAS).

Diceritakan Natalia, bahwa di dalam rumahnya bau sulfur yang menyengat dan juga debu yang tebal. Menurutnya, Walaupun  sudah menutup semua pintu dan jendela rumah, namun tetap saja terasa bau dan juga debu. Dan keadaan tampak semakin buruk keesokan harinya.

Kondisi itulah yang akhirnya membuatnya memutuskan untuk ikut mengungsi bersama dua anaknya dan tiga ibu-ibu lainnya. Mereka dijemput oleh tim KBRI Manila dengan kendaraan khusus dan selanjutnya ditampung di fasilitas KBRI Manila, sekitar 70 km dari Gunung Taal.

KBRI di Manila pun belum memberikan rincian tentang evakuasi para mahasiswa dan rencana ke depan jika status Gunung Taal masih membahayakan. Sejauh ini otoritas setempat telah menetapkan tingkat Gunung Taal pada level 4, dengan skala 1-5. 

Sementara itu, melansir dari Liputan6.com, menurut Juru Bicara KBRI Manila, Agus Buana, setidaknya ada 170 WNI di wilayah Cavite yang tidak jauh dari gunung itu. Mereka menempuh studi S1, S2, dan S3 di daerah Silang.

"Terdapat sekitar 50 mahasiswa S1 Indonesia di AUP (Adventist University of Philippines), serta 120 mahasiswa S2 dan S3 Indonesia di AIIAS (Adventist International Institute of Advanced Studies) beserta keluarganya, yang tinggal di asrama kampus berjarak 14 km dari pusat letusan," jelas Agus Buana dalam pesan singkatnya.

Yang menjadi pioritas utama Tim Perlindungan KBRI Manila adalah 50 mahasiswa S1 Indonesia karena tak punya akses air dan listrik di asrama kampus. Sementara, mahasiswa AIIAS dilaporkan dalam kondisi aman. [mt/bbc]


Komentar Pembaca