Kemenag Targetkan Tujuh Tahun Mendatang PLHUT Hadir di Seluruh Indonesia

Nasional  SELASA, 14 JANUARI 2020 | 17:30 WIB

Kemenag Targetkan Tujuh Tahun Mendatang PLHUT Hadir di Seluruh Indonesia

foto/net

Moeslimchoice.   Satu per satu Pusat Layanan Haji dan Umrah Terpadu (PLHUT) hadir di Kantor Kemenag Kab/Kota. Baru-baru ini Direktur Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah, Nizar meresmikan empat PLHUT pada empat Kankemeng Kab/Kota di Provinsi Jawa Timur. Yaitu, PLHUT Kankemenag Kabupaten Malang, Kab. Sidoarjo, Kab.Tuban, dan Kab. Jember.

MC Award 2

Nizar berharap, tujuh tahun ke depan, PLHUT sudah hadir di seluruh Kab/Kota di Indonesia. 

"Semoga 5-7 tahun kemudian PLHUT sudah tersebar di seluruh Indonesia," ucap Nizar di Malang, Senin (13/1). 

Nizar mengapresiasi pencapaian Kanwil Kemenag Provinsi Jawa Timur karena bisa menyelesaikan pembangunan PLHUT tepat waktu. Karena jika tidak tepat waktu, maka program pelayanan dan pembangunan berikutnya akan menjadi terhambat.

Nizar berharap, keberadaan gedung pelayanan terpadu ini akan mempercepat dan memudahkan pengurusan haji dan umrah. 

"Insya Allah, dari 40 PLHUT yang akan dibangun pada tahun 2020, ada dua Kankemenag dari Jawa Timur yang kembali mendapatkan alokasi, yaitu Kabupaten Pamekasan dan Lumajang," jelas Nizar.

Gedung PLHUT itu terdiri atas dua lantai. Lantai pertama akan digunakan untuk ruang pelayanan jamaah. Sedangkan lantai 2 untuk ruang serbaguna yang dapat digunakan pula untuk kegiatan bimbingan manasik haji. Layanannya meliputi layanan informasi, pendaftaran, pembayaran melalui bank yang ditunjuk, serta layanan bimbingan manasik haji dan umrah.

Nizar juga berbagi solusi atas permasalahan tanah yang dialami sejumlah daerah dalam proses pembangunan PLHUT. Menurutnya, PLHUT mensyaratkan tanah atas nama Kementerian Agama, karena hal itu terkait dengan persyaratan aset. Demikian juga untuk pembangunan asrama haji, harus atas nama Kementerian Agama.

Bagi PLHUT yang masih terkendala tanah, agar mendiskusikannya dengan Pemda. Di Indramayu misalnya, setelah proses diskusi, akhirnya ada lahan seluas 11 hektar yang dihibahkan oleh Pemda ke Kemenag. Berbeda lagi di Banyumas, PLHUT dibangun di atas tanah/rumah dinas Kankemenag. 

"Pihak Kankemenag mengajukan ke Direktur Pelayanan Haji Dalam Negeri, lalu dibangun PLHUT," kata Nizar. 

"Bisa juga dilakukan dengan pihak ketiga, hibah masyarakat dan lain-lain. yang penting atas namanya kementerian agama," tambahnya.

Hadir dalam peresmian ini, Direktur Pelayanan Haji Dalam Negeri, Muhajirin Yanis; Kabid PHU Kanwil Kemenag Provinsi Jawa Timur, Jamal; Kepala Kankemenag Kab Malang, Musta’in;  Kepala Kankemenag Kab Sidoarjo, Achmad Rofi’i; Kepala Kankemenag Kab. Tuban, Sahid, dan Kepala Kankemenag Kab. Jember, Busthami. 

Kepala Kankemenag Kab Malang, Musta’in yang mewakili tiga Kepala Kankemenag lainnya bersyukur atas peresmian PLHUT. Menurutnya, PLHUT Kankemenag Tuban dibangun dengan anggaran sebesar Rp 1,8 M. Sementara Kankemenag Malang dengan anggaran Rp 2,030 M, Sidoarjo Rp 2,057M, dan Jember sebesar Rp 2.616 M.

"Pembangunan telah dilaksanakan, berproses, dan selesai tepat waktu. Kami mengubah layout PLHUT dari yang awalnya di depan menjadi di belakang. Tanah pun kami luaskan dengan tambahan 26 meter," ujar Musta'in.

"Ada 7 bank yang bekerjasama dengan Kemenag. Kami tempatkan di kantor haji kami. Alhamdulillah sekarang jamaah yang ingin mendaftar haji, tinggal bawa uang ke sini, tidak usah ke mana-mana. Bank ada 7 di dalam tinggal pilih, transaksi di situ. Setelah selesai, jamaah tinggal ke PLHUT untuk mengurus sisanya, kurang lebih setengah jam jamaah haji selesai melakukan pendaftaran. jadi alurnya dari perbankan, lalu ke PLHUT," lanjutnya. 

"Kami berterima kasih. Saya mewakili Kabupaten Malang, Jember, Tuban, dan Sidoarjo akan memanfaatkan sebaik mungkin," tutupnya. [mel]


Komentar Pembaca