Adu Pepet dengan Kapal China di Natuna, Sehebat Apakah KRI Usman Harun?

Nasional  SELASA, 14 JANUARI 2020 | 13:25 WIB

Adu Pepet dengan Kapal China di Natuna, Sehebat Apakah KRI Usman Harun?

KRI Usman Harun-359

MoeslimChoice | Laju Kapal Republik Indonesia (KRI) Usman Harun tak sedikit pun surut meski berpepetan dengan kapal Penjaga Pantai China (China Coast Guard) di Laut Natuna.

Peristiwa adu pepet itu terjadi pada Sabtu (11/1/2020), saat KRI Usman Harun-359 —bersama dua KRI lainnya, John Lie-358 dan Karel Satsuit Tubun-356— memergoki 49 kapal nelayan pukat asal China sedang mengambil kekayaan dalam laut secara ilegal di Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE) Indonesia.

Saat akan mendekat, tiba-tiba kapal China Coast Guard bernomor 4301 mendatangi KRI Usman Harun. Kapal itu pun mengarahkan lampu sorotnya ke anjungan KRI Usman Harun.

Tak sampai di situ, KRI Usman Harun juga dikuntit dua kapal China Coast Guard lainnya, yaitu 5202 dan 5403.

Meski dipepet tiga kapal China Coast Guard, namun KRI Usman Harun tidak mengendur sedikit pun dalam menjaga Laut Natuna.

Kendati cukup menegangkan, tidak ada laporan terjadinya insiden serius atas manuver kapal-kapal China itu. Mereka pun akhirnya menyingkir dari ZEE Indonesia.

Berdasarkan data yang dikelola redaksi pada Selasa (14/1/2020), KRI Usman Harun-359 adalah kapal perang jenis F2000 Korvet. Kapal perang ini diluncurkan pada Juni 2011 dengan bobot 1,940 ton.

KRI ini dibekali radar tracker untuk mengendalikan arah dan elevasi secara akurat terhadap sasaran meriam 76 mm dan 30 mm Oto Melara Super Rapid Gun (OSRG) di lambung kanan dan kirinya yang dapat berperan sebagai CIWS (Close in Weapon System) jika ada bahaya udara mengancam.

Selain itu, kelengkapan sistem sensor senjata juga dilengkapi dengan EOTs (Electro Optical Tracker System) untuk pengendalian meriam kapal dan pengamatan secara visual oleh kamera yang ada.

KRI Usman Harun juga diperkuat sensor bawah air dengan tingkat akurasi yang baik dalam mendeteksi dan mengklasifikasi kontak bawah air, yaitu sonar.

Tak hanya itu, propulsion system maupun pesawat-pesawat bantu yang ada di kapal tersebut dikontrol secara komputerisasi oleh IPMS (Integrated and Platform Management System).

Sehingga, jika ada kerusakan atau failure pada salah satu sistem kapal, semuanya akan terdeteksi secara dini.

KRI Usman Harun memiliki panjang 95 meter, lebar 12,7 meter, berat 2.300 ton, serta kecepatan 30 knot.

Kapal perang ini dilengkapi pula dengan 16 tabung peluncur peluru kendali permukaan-ke-udara VLS MBDA MICA (BAE System), 2 set 4 tabung peluncur peluru kendali MBDA (Aerospatiale) MM-40 Block II Exocet. [yhr]


Komentar Pembaca