Kata Puan PDIP Berhak PAW Sesuai UU | Harun Masiku Bagaimana?

Polhukam  SABTU, 11 JANUARI 2020 | 19:50 WIB | Sugiharta Yunanto

Kata Puan PDIP Berhak PAW Sesuai UU | Harun Masiku Bagaimana?

MoeslimChoice | Ketua DPP PDI Perjuangan Puan Maharani menegaskan partai politik berhak melakukan pergantian antarwaktu (PAW) terhadap anggota legislatif di parlemen. Namun, kata Puan yang juga Ketua DPR RI, hal itu harus sesuai dengan peraturan perundang-undangan.

Lantas bagaimana dengan kasus Harun Masiku yang mengupayakan PAW namun akhirnya terlibat kasus dugaan suap kepada Komisione KPU Wahyu Setiawan tyang akhirnya mengundurkan diri? Nah, Puan memastikan dalam daftar PAW yang diajukan Fraksi PDIP di DPR, tak ada nama Harun Masiku di dalamnya.

Dalam daftar PAW partainya, kata dia, hanya ada nama kader PDIP yang diajukan untuk menggantikan Juliari Batubara dan Yasonna Laoly. Juliari dan Yasonna terpilih sebagai anggota DPR namun harus melepas jabatan itu karena dipercaya Presiden Jokowi menjadi menteri kabinet.

"Karena beliau dua itu dari PDIP, kemudian ditugaskan masuk di dalam kabinet," kata Puan di arena Rapat Kerja Nasional PDIP, JiExpo, Kemayoran, Jakarta, Sabtu, 11/1/20.

Dia bilang, Golkar dan NasDem pun menggantikan kadernya yang diangkat menjadi menteri dalam Kabinet Indonesia Maju. Sama seperti yang dilakukan PDIP. "Ada juga Golkar dan NasDem. Untuk nama lain tidak ada surat yang masuk," kata dia.

Harun Masiku belakangan ini mencuat namanya dalam kasus suap PAW anggota DPR Fraksi PDIP dengan menyuap Komisioner KPU  Wahyu Setiawan. Harun sudah ditetapkan sebagai namun keberadaannya belum diketahui sehingga KPK memintanya menyerahkan diri.

KPK menyatakan bahwa Wahyu Setiawan meminta Rp900 juta untuk bisa meloloskan Harun Masikhu sebagai anggota DPR fraksi PDIP menggantikan Nazaruddin Kiemas yang meninggal dunia. Sebanyak Rp600 juta sudah diterima Wahyu dari Harun melalui Agustiani dan Saeful.

Kini, Wahyu ditahan KPK. Dia juga telah mengajukan surat pengunduran diri sebagai Komisioner KPU kepada Presiden Joko Widodo pada Jumat, 10/1/20.


Komentar Pembaca