Puan: PDIP Tetap Solid dan Taat Hukum Terkait Kasus Suap PAW

Polhukam  SABTU, 11 JANUARI 2020 | 19:36 WIB | Sugiharta Yunanto

Puan: PDIP Tetap Solid dan Taat Hukum Terkait Kasus Suap PAW

MoeslimChoice | Ketua DPP PDI Perjuangan Puan Maharani memastikan partainya tetap solid di tengah keterlibatan kadernya dalam kasus dugaan suaap Komisioner KPU Wahyu Setiawan yang akhirnya mengundurkan diri. Puan bilang, kasus dugaan suap yang menjerat kader PDI-P Harun Masiku tidak akan mengganggu kinerja partai.

Namun, ia menegaskan, dalam kasus ini PDIP P taat aturan. Dengan begitu, kata dia, PDI juga tetap mendukung upaya pemberantasan korupsi.

"PDIP solid. PDIP tetap dalam posisinya sebagai partai pemenang pemilu. Kami akan menjalankan semua hal terkait sinergi antara pemerintah dengan parpol," kata Puan di sela acara Rakernas I PDIP di JIEXpo Kemayoran, Jakarta Pusat, Sabtu, 11/1/20.

Mengenai substansi kasus dugaan suap yang melibatkan kadernya, ia mengatakan, PDI-P akan menghormati proses hukum KPK. "Kami menghormati proses hukum yang berjalan dan berlaku. Jadi kami ikuti proses tersebut," kata Puan.

Kasus dugaan suap itu melibatkan kader PDIP yang juga calon anggota legislatif PDIP di Daerah Pemilihan Sumatera Selatan I. Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan Harun Masiku sebagai tersangka setelah operasi tangkap tangan yang menjerat Komisioner KPU Wahyu Setiawan.

Harun diduga menyuap Wahyu agar membantunya menjadi anggota legislatif melalui mekanisme pergantian antarwaktu (PAW).

"Sebagai pihak pemberi HAR (Harun Masiku) dan Sae (Saeful), pihak swasta," ujar Wakil Ketua KPK Lili Pintauli Siregar dalam konferensi pers di Gedung Merah Putih KPK, Kamis, 9/1/20.

Menurut Lili, kasus ini bermula saat DPP PDI-P mengajukan Harun menjadi pengganti Nazarudin Kiemas sebagai anggota DPR RI, yang meninggal pada Maret 2019.


Komentar Pembaca