Banyak Ponpes dan Sekolah di Lebak Rusak Berat, Yang Lenyap Ada Juga

Pendidikan  SABTU, 11 JANUARI 2020 | 10:10 WIB | Warni Arwindi

Banyak Ponpes dan Sekolah di Lebak Rusak Berat, Yang Lenyap Ada Juga

MoeslimChoice | Belasan pondok pesantren di Kabupaten Lebak, Banten, rusak berat diterjang banjir. Ini adalah identifikasi Kantor Kemenag Lebak hingga Sabtu, 11/1/20. Sedangkan laporan lain menyebutkan, bukan saja rusak berat, sejumlah ponpes di Kabupaten itu malah lenyap tersapu banjir.

 

Sejumlah media yang mengutip Antara melaporkan, Kepala Seksi Pondok Pesantren Kementerian Agama Kabupaten Lebak, Ajrum Firdaus menyebutkan 18 bangunan pondok pesantren di Kabupaten Lebak, Banten rusak berat diterjang banjir bandang dan tanah longsor karena lokasinya berdekatan dengan aliran Sungai Ciberang.

"Kita sudah melaporkan kerusakan pesantren itu ke Kementerian Agama untuk mendapat bantuan pembangunan," kata Ajrum.

Namun, sebelumnya Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Lebak, Banten KH Saefudin Asadzily mengatakan 37 pesantren berada di Kecamatan Cipanas terdiri dari sembilan hilang dan 11 rusak berat. Sementara 17 majelis taklim rusak parah, sebagian lagi rata dengan tanah.

Kemudian, di Kecamatan Lebak Gedong, Sajira, Maja dan Curug Bitung 23 pesantren hilang. Sedangkan 36 majelis taklim rusak berat dan rata dengan tanah.

"Data ini bersifat sementara sebab sampai saat ini kami masih melakukan pendataan ulang, termasuk nama-nama pesantren serta pemiliknya masih diselidiki karena daerahnya rata dengan tanah sehingga kami mengalami kesulitan," kata Kiai Saefudin yang juga pengasuh Pondok Pesantren Al-Marjan, Lebak sehari setelah banjir melanda kabupaten itu di awal 2020.

Yang pasti, kegiatan belajar mengajar masih terhenti di pesantren yang rusak maupun lenyap tersapu banjir.  Oleh sebab itu, Ketua Forum Silaturahim Pondok Pesantren (FSPP) Kabupaten Lebak Ade Bujhaeremi mengatakan, pesantren yang kondisinya rusak akibat diterjang banjir bandang dan longsor perlu diberikan bantuan pembangunan oleh pemerintah.

Para pengelola pesantren tidak memiliki dana untuk kembali membangun akibat diterjang bencana alam tersebut. "Kami berharap pascabencana itu dapat direalisasikan pembangunan agar para santri bisa kembali belajar," ujarnya.

Sedangkan kelolaan Dinas Penidikan Kabupaten Lebak tercatat tujuh sekolah rusak berat terdiri atas empat sekolah dasar dan tiga SMP. Bahkan, tiga sekolah di antaranya hanyut terbawa banjir yaitu SDN 2 Banjaririgasi, Lebakgedong; SDN 1 Banjaririgasi, Lebakgedong; dan SMP 4 Lebakgedong.

“Iya ada sebanyak tujuh sekolah di Lebak yang mengalami rusak cukup parah, dan tak bisa digunakan untuk kegiatan belajar mengajar (KBM). Bahkan tiga sekolah dua SD dan 1 SMP hanyut terbawa banjir bandang,” kata Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Kabupaten Lebak Wawan Ruswandi.

Banjir yang melanda Lebak pada awal 2020 itu berdampak pada lima kecamatan. Namun, korban tewas dan hilang tercatat kurang dari 10 orang.


Komentar Pembaca
Habib Rizieq Pasti Pulang Jika Sudah Aman

Habib Rizieq Pasti Pulang Jika Sudah Aman

Ahad, 23 Februari 2020 | 10:40

15 Azab Meninggalkan Shalat, 9 Terjadi Di Dunia
Gedung DPR Kebakaran

Gedung DPR Kebakaran

Senin, 24 Februari 2020 | 13:55