Bea Cukai Bendung Impor Ratusan Ribu Ballpoint Tiruan

Ekonomi  JUMAT, 10 JANUARI 2020 | 09:50 WIB

Bea Cukai Bendung Impor Ratusan Ribu Ballpoint Tiruan

Ballpoint buatan Indonesia dipalsukan perusahaan China, lalu diimpor lagi ke negeri produsen asalnya, alamak...

MoeslimChoice | Barang impor tiruan, berupa 858.240 buah ballpoint merek Standard AE7 Alfa Tip 0.5 made in Indonesia, dengan perkiraan nilai berkisar Rp 1.019.160.000, terdeteksi sistem border measure Hak Kekayaan Intelektual (HKI).

Sistem border measure HKI adalah sistem otomasi kepabeanan barang-barang HKI yang menjadikan pengawasan HKI lebih optimal karena Bea Cukai, Mahkamah Agung, Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual, dan Pengadilan Niaga telah terintegrasi, sehingga memangkas waktu dan jalur birokrasi lintas Kementerian/Lembaga.

Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) menggelar konferensi pers pada Kamis (9/1/2020) di Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, Jawa Timur, tentang pencegahan terhadap barang impor tiruan/pemalsuan merek yang dilakukan oleh PT PAM tersebut.

Keberhasilan penangkapan ini juga tidak lepas dari keberanian pemilik/pemegang merek, karena yang bersangkutan sebelumnya telah melakukan perekaman/rekordasi dalam sistem otomasi kepabeanan barang-barang HKI, di mana rekordasi ini telah diimplementasikan oleh Bea Cukai sejak 21 Juni 2018 dan sampai saat ini sebanyak 7 merek dan 2 hak cipta telah terekordasi dalam sistem ini.

Dengan adanya sistem ini, Bea Cukai dapat segera menotifikasi kepada pemilik/pemegang merek apabila terjadi dugaan importasi/eksportasi barang yang melanggar HKI.

PT SI merupakan industri dalam negeri yang memproduksi ballpoint merek Standard AE7.

Dengan adanya pemalsuan merek ini, PT SI tidak hanya mengalami kerugian secara materiil, tapi juga kerugian non-materiil yang lebih besar.

Di antaranya, turunnya kepercayaan konsumen karena banyaknya keluhan akibat kualitas buruk dari adanya produk palsu tersebut, sehingga biaya promosi harus terus bertambah setiap tahunnya demi membangun dan mempertahankan citra perusahaan.

Selain itu, pangsa pasar juga rusak akibat pelanggan dan toko-toko mendapat harga yang lebih murah dari pemalsu merek dan jumlah tenaga kerja berkurang karena kapasitas produksi turun yang membuat rencana investasi pengembangan perusahaan di masa depan menjadi tidak pasti. 

Oleh karena itu, penindakan atas barang impor/ekspor yang melanggar HKI sangat penting dalam melindungi industri dalam negeri, terutama pemilik/pemegang merek/hak cipta maupun industri kreatif dalam negeri agar dapat tumbuh dan memiliki daya saing sehingga dapat berkontribusi kepada negara melalui pembayaran pajak. [yhr]


Komentar Pembaca
Suporter Asal Meksiko Menjadi Mualaf

Suporter Asal Meksiko Menjadi Mualaf

Rabu, 30 November 2022 | 18:10

Lebih Memilih Al-quran Daripada Hp

Lebih Memilih Al-quran Daripada Hp

Selasa, 29 November 2022 | 18:55