Gerindra Anggap Usulan Pansus Banjir Terlalu Lebay

Polhukam  JUMAT, 10 JANUARI 2020 | 08:55 WIB | Sunarya Sultan

Gerindra Anggap Usulan Pansus Banjir Terlalu Lebay

M Taufik/Net

Moeslimchoice | Sejumlah anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) DKI Jakarta melontarkan wacana untuk membentuk panitia khusus (Pansus) guna menyelidiki banjir besar yang menerjang Jakarta beberapa waktu lalu. Menanggapi hal tersebut, Wakil Ketua Dewan DPRD DKI Jakarta dari Fraksi Gerindra, Mohammad Taufik tak sependapat.

Pembentukan pansus banjir dinilai berlebihan karena seolah mencari-cari kesalahan Pemprov DKI Jakarta.

"(Soal Pansus) Enggaklah. Lebay. Sekarang jangan nyari kesalahan, justru yang harus didorong adalah bagaimana penanganan pasca banjir," ujarnya kepada wartawan, Kamis (9/1/2020).

Ketua Dewan Pimpinan Daerah  (DPD) Partai Gerindra DKI Jakarta itu juga mengatakan, penyebab banjir di Jabodetabek merupakan karena faktor alam.

"Itu curah hujan yang tinggi, debit air dari Katulampa cukup besar. Kali bukan kali kita. Saya kira yang ngusulin enggak paham itu," sindirnya.

Taufik menyarankan, DPRD DKI hanya perlu mengadakan pertemuan yang menghadirkan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) serta kepala daerah Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi untuk membicarakan masalah penanggulangan banjir.

"Ngapain Pansus lama-lama. DPRD mengambil inisiatif pertemuan. Kemudian banjir itu kan ada dua, kiriman dan ada banjir lokal. Duduk bareng dan soal normalisasi naturalisasi yang dipertentangkan cara mana daerah yang bisa dinormalisasi dan dinaturalisasi," jelas Taufik.

Dengan adanya pertemuan bersama Kementerian PUPR dan kepala-kepala daerah tersebut, maka bisa diketahui tugas masing-masing daerah soal penanganan banjir. [nry]


Komentar Pembaca