Kapten Nekat Tabrak Aturan, Kapal Wisatawan Karam di Labuan Bajo

Berita  MINGGU, 05 JANUARI 2020 | 04:45 WIB

Kapten Nekat Tabrak Aturan, Kapal Wisatawan Karam di Labuan Bajo

Wisatawan penumpang KM Aditya berhasil dievakuasi

MoeslimChoice | Lima wisatawan asal Sukoharjo, Jawa Tengah, menjadi korban kapal tenggelam di Labuan Bajo, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur, Sabtu (4/1/2020).

Kapolres Manggarai Barat, AKBP Handoyo Santoso, mengatakan, penyebab tenggelamnya Kapal Motor (KM) Aditya akibat sang kapten kapal nekat menerjang gelombang tinggi di perairan Pulau Bidadari.

"Penyebab tenggelamnya Kapal Motor Aditya disebabkan oleh karena cuaca buruk, serta kelalaian dari kapten kapal yang berusaha menembus tingginya gelombang, sehingga keseimbangan kapal tidak terkendali yang mengakibatkan kapal tenggelam," kata Handoyo kepada wartawan.

Menurut Handoyo, pada saat berlayar mengantarkan wisatawan, Kapal Motor Aditya tidak dilengkapi dengan clearence pass dari Syabandar Labuan Bajo.

"Iya, kapten kapal akan kita panggil untuk dimintai keterangan," lanjutnya.

Sembilan orang yang terdiri dari lima penumpang, satu orang guide, dan tiga orang anak buah kapal, termasuk kapten, telah selesai menjalani perawatan medis di Rumah Sakit Siloam Labuan Bajo.

"Kondisi sembilan orang korban berdasarkan hasil pemeriksaan medis dalam keadaan baik dan sehat," ungkapnya.

Dikabarkan, kecelakaan laut itu terjadi di perairan Nusa Tenggara Timur, tepatnya di Pulau Bidadari, Sabtu (4/1/2020).

Lima orang warga Sukoharjo, Jawa Tengah, yang tengah berlibur sementara di Pulau Bidadari, Kecamatan Komodo, Manggarai Barat, menjadi korban kelalaian kapten Kapal Motor Aditya.

Kronologi yang diterima redaksi menyebutkan, pada Kamis (2/1/2020), sekitar pukul 09.00 WITA, Kapal Motor Aditya —yang dinakhodai Samsudin bersama tiga anak buah kapal (ABK)— bertolak dari Pelabuhan Labuan Bajo menuju perairan Taman Nasional Komodo, membawa lima orang penumpang dan satu orang guide.

Mereka melakukan trip selama tiga hari, dengan rute Pulau Kelor, Menjerite, Pulau Rinca, dan Pulau Kalong.

Usai berkeliling, Sabtu (4/1/2020), pukul 07.00 WITA, kapal kembali bertolak dari perairan Siaba menuju Labuan Bajo.

Namun, pukul 09.45 WITA, saat kapal berada di perairan Bidadari, tiba-tiba muncul gelombang tinggi dan menghantam kapal yang ditumpangi sehingga tenggelam.

Pukul 09.47 WITA, kapten Kapal Motor Aditya mengontak melalui radio ke Kapal Motor Lapiret yang saat itu sedang melintas.

Mendapatkan laporan radio tersebut, Kapal Motor Lapiret menerjunkan speedboat untuk mengevakuasi para korban.

Kabid Humas Polda Nusa Tenggara Timur, Kombes (Pol) Johannes Bangun, menjelaskan, pada pukul 10.00 WITA, tiga korban dibawa dari lokasi kejadian menggunakan speedboat ke pelabuhan Pelni. [yhr]


Komentar Pembaca