Jalur Pacitan-Ponorogo Minim Pengaman Jalan

Daerah  JUMAT, 03 JANUARI 2020 | 13:35 WIB

Jalur Pacitan-Ponorogo Minim Pengaman Jalan

Di jalur Pacitan-Ponorogo, guardrail ini baru terpasang sepanjang 5.000 meter dari kebutuhan 20.000 meter.

MoeslimChoice | Dalam pandangan netizen, minimnya pengaman jalan dan rambu lalulintas di jalur Pacitan-Ponorogo, Jawa Timur, menjadi pemicu tingginya angka kecelakaan di sana, baik roda dua, empat, maupun enam.

Tragedi mobil masuk jurang di jalur Pacitan-Ponorogo seolah menjadi tren di tahun 2019 lalu, karena angkanya mencapai 20 kejadian, baik yang melibatkan kendaraan roda empat maupun roda enam.

Berdasarkan data dari Dinas perhubungan Kabupaten Pacitan, saat ini di sepanjang jalur tersebut baru terpasang 5.000 meter guardrail.

Padahal, kalau mau aman, seharusnya memiliki guardrail sepanjang 20.000 meter. Dengan kata lain, masih ada soal yang harus dijawab untuk 15.000 meter sisanya.

Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Pacitan, Wasi Prayitno, mengakui, pihaknya memang masih minim dalam penyediaan fasilitas keamanan di jalur Pacitan-Ponorogo.

"Jalan ini kan milik PU Provinsi. Kondisinya boleh dibilang paling unik. Jalan ini berada di tengah-tengah tebing, tapi tingkat pengamanannya masih sangat minim. Kita masih butuh banyak guardrail sebagai pengamannya," ucap Wasi kepada Kontributor MoeslimChoice di Pacitan, Suluh Apriyanto, Jumat (3/1/2020).

Lantas, bagaimana langkah Dinas Perhubungan Pacitan untuk mengupayakan penanganan persoalan tersebut?

Sepertinya memang harus cepat mengajukan laporan kepada lembaga vertikal di atasnya, yang lebih memiliki kewenangan mengambil tindakan.

"Kita akan menyampaikan ke Badan Transportasi Daerah, karena itu adalah organ Perhubungan di Surabaya, di Wilayah 11. Kita juga akan minta kepada UPT Perhubungan," tambah Wasi.

Jalan di Pacitan sendiri, lanjut Wasi, masih membutuhkan banyak guardrail. Karena, jalan-jalan di sana banyak yang berada di tengah-tengah tebing. Kondisi ini tentu sangat membahayakan bagi para pengemudi kendaraan bermotor, terutama mobil.

"Dikasih guardrail saja, di Pacitan ini masih berbahaya, apalagi kalau tidak. Sebetulnya, proses pemasangan guardrail ini tidak akan sulit, karena melihat kondisinya yang memang sangat membutuhkan. Apalagi sekarang, jalur-jalur wisata di Pacitan cenderung kian ramai, sementara fasilitas pengaman jalannya masih sangat kurang," pungkasnya.

Terpisah, Kepala Bidang Lalulintas dan Angkutan Dinas Perhubungan Pacitan, Priyadi, menyampaikan hal serupa.

"Saat ini, khususnya jalur Pacitan-Ponorogo, masih sangat kurang. Tidak hanya guardrail, tapi juga rambu-rambu lalulintas. Padahal itu sangat penting bagi pengguna jalan," kata Priyadi kepada MoeslimChoice, Jumat (3/1/2019).

Data terkini, baru terpasang 176 rambu lalulintas di jalur tersebut. Padahal, menurut Priyadi, idealnya harus ada sekitar 900 titik rambu-rambu. Artinya masih kurang 724 rambu lagi.

"Masih kurang sangat banyak. Kita akan mengupayakan hal tersebut kepada (Pemerintah) Pusat, juga Provinsi," tutupnya. [yhr]


Komentar Pembaca