Siap Serang dengan Bom Mobil, Dua Teroris Tewas Ditembak Keamanan Arab Saudi

Kabar Tanah Suci  SENIN, 30 DESEMBER 2019 | 16:30 WIB

Siap Serang dengan Bom Mobil, Dua Teroris Tewas Ditembak Keamanan Arab Saudi

foto/net

Moeslimchoice. Dua buronan teroris yang tewas dalam adu tembak di Dammam, Minggu (29/12) ini telah merencanakan serangan dengan bom mobil, kata kepala keamanan Arab Saudi mengungkapkan pada hari Minggu (29/12).

Ahmed Abdullah Saeed Suwaid dan Abdullah Hussein Saeed Al-Nimr, keduanya adalah warga Saudi. Mereka ditembak mati setelah menembaki pasukan keamanan yang mengelilinginya di lingkungan perumahan kelas atas di kota Al-Anoud.

Pasukan keamanan telah menutup daerah di timur laut kota tersebut selama tiga hari sebelum baku tembak terjadi pada 25 Desember 2019 lalu.

Seorang juru bicara untuk Kepresidenan Keamanan Negara mengatakan, bahwa pada hari Minggu (29/12), Sebagai hasil dari melacak kegiatan teroris, otoritas yang relevan dalam kepresidenan menemukan indikasi bahwa ada pengaturan untuk melakukan operasi teroris yang akan segera terjadi, di mana para teroris yang bertanggung jawab akan menggunakan sebuah kendaraan dan mereka telah bersiap dengan bahan peledak.

"Kendaraan yang dilacak adalah mobil Ford yang dikendarai oleh teroris di King Saud Street di Dammam pada hari Rabu (25/12)," kata kepala keamanan Arab Saudi.

"Ketika para teroris diminta untuk menyerah, mereka mulai menembaki petugas keamanan dan membarikade diri mereka di belakang sebuah gedung. Ini mendorong pasukan keamanan untuk berurusan dengan mereka, karena situasi mensyaratkan menetralkan bahaya mereka, yang akhirnya mengakibatkan pembunuhan terhadap mereka," tambahnya.

Operasi keamanan juga akhirnya berhasil menangkap teroris ketiga, yang identitasnya masih dirahasiakan, menyusul penyidikan lebih lanjut tentang dirinya. 

Dalam penggeledahan, Pasukan keamanan menemukan 5 kg pasta di mobil teroris. Hasil tes pendahuluan menunjukkan bahwa itu adalah RDX, bahan peledak yang mirip dengan Semtex yang dikembangkan di Inggris pada tahun 1930-an. 

RDX telah digunakan dalam beberapa serangan teroris, termasuk pemboman kereta Mumbai pada tahun 2006, pemboman Metro Moskow 2010 dan pembunuhan mantan perdana menteri Lebanon, Rafiq Hariri di Beirut pada 2005.

Juru bicara itu mengatakan, pasukan keamanan juga menyita senapan mesin, dua pistol, amunisi hidup dan uang tunai. Presidensi Keamanan Negara akan terus melacak para penjahat yang didukung oleh musuh-musuh asing, yang berupaya merusak keamanan dan stabilitas Arab Saudi, warga negara dan penduduknya, kata juru bicara itu. [mel/ArabNews]


Komentar Pembaca