Soal Teror Harimau, Undang-undang Jangan Jadi Patokan Kisanak!

Tentang Sumsel  SENIN, 30 DESEMBER 2019 | 15:46 WIB | Rahmad Romli

 Soal Teror Harimau, Undang-undang Jangan Jadi Patokan Kisanak!

net

MOESLIMCHOICE. Tulisan salah satu netizen atas nama Herna S Zaldy yang berjudul HARIMAU LAGI langsung menjadi viral dan mendapat ratusan tanggapan. Ada yang setuju ada juga yang menghujat.

MC Award 2

Teror Harimau yang telah memakan hingga enam korban menjadi hal yang menakutkan bagi warga di tiga kabupaten dan kota di Sumsel. Setidaknya ada empat korban warga Pagaralam yang tewas di makan si Raja Hutan itu. Dua warga asal Kabupaten Lahat dan  korban terakhir atas nama Musnadi (52), warga Desa Fajar Bulan Kecamatan Semende Darat Ulu (SDU) Kabupaten Muara Enim. Korban Musnadi tewas dengan tubuh tercabik-cabik diduga dimakan Harimau.

Keganasan Harimau ini membuat warga desa di tiga kabupaten itu menjadi ketakutan. Bahkan salah satu bupati mengeluarkan pernyataan meminta Badan Konservasi dan Sumber Daya Alam (BKSDA) untuk segera menangkap Harimau itu baik dalam kondisi hidup atau mati.

Komentar itu kemudian menjadi ramai. Akun Herna S Zaldy pun sempat membuat tulisan yang berjudul

HARIMAU LAGI

Saya temukan judul berita koran, karena meresahkan, seorang bupati mengeluarkan statemen: buru harimau hidup atau mati.
Saya kira pernyataan ini kurang bijaksana.

Pak Bupati, harimau itu bukan penjahat. Ia keluar sarang dan dianggap meresahkan karena tempat hidup (habitat) mereka terusik olah pemburu, pembalakan liar, alih fungsi hutan lindung utk aksplorasi SDA seperti gas/panas bumi, dan lain-lain. Mereka itulah penjahat yang sesungguhnya. Penjahat lain adalah pejabat yang membiarkan praktik itu terjadi di wilayah mereka.

Lain dari itu, satwa liar seperti harimau beda dengan tikus atau kaput (babi). Kehidupan harimau (Sumatera) dilindungi undang-undang bahkan hukum internasional.

Diburu untuk ditangkap mungkin masih tak maslah sepanjang untuk kepentingan relokasi dan populasi mereka ke depannya. Tapi "tangkap hidup atau mati" kedengarannya kok seperti perintah atasan pada tim buser untuk memberantas para begal.

Selamat menikmati hari-hari akhir tahun 2019.

Demikian tulisan Herna S Zaldy diakunnya yang dibuat pada Sabtu (27/12) kemarin. Tulisan ini cukup menggugah para netizen. Hal ini terlihat ada 507 netizen yang berkomentar, 372 like serta 39 kali dibagikan.

Adem sekali kalau baca tulisan ini. Semoga Bupati yg buat statemant tsb. membaca tulisan ini, mungkin dia belum mengerti, supaya mengerti/paham, tulis akun Aji Usin Yusuf.

Komentar ini langsung direspon akun Mhd N Puadi Aji. Usin Yusuf adem karena yang dimangsa harimau itu bukan dirimu atau keluargamu. Ini nyawa manusia lho...

Sementara akun Madjod Madjod menulis, Yg ngomong emg bupati mana trus kalian tau gk gimna kami yg sll dihantui ketakutan, jd klo anda ada solusi makanya dikluarin saran kritik kalian jd anda milih melindungi manusia apa hewan.

Rusmin Nuryadin juga berkomentar. Ente jangan hanya menggaris bawahi " Mati" nya.. jika proses secara baik "hidup" tdk bisa diupayakan maka tindakan yg lebih tegas perlu dilakukan... semua setuju harimau harus dilindungi karena dia adalah pemain rantai makanan, penyeimbang ekosistem... tapi coba lihat juga dari sudut pandang korban dan para petani yg tdk bisa cari makan...????...

Saya setuju pernyataan bupati ny\wa manusia lebih berharga dari segala yang ada di bumi ini kalau pun harimau itu hrs di temukan hidup atau mati sdh tepat tentang UU toh yang membuatnya jg manusia jd jangan terlalu berpatokan dg UU kisanak....demikian tulis akun Rully Kebara Rully.

Sedangkan akun Sutarmanto Mantos menulis, Jangan punahkan harimau tapi jangan biarkan harimau ditengah manusia kalau tidak mau punah.

Tulisan bersikap netral juga diunggah akun Ikman Likma. Semuaa ada benarnya ,, ini ungkapan SsudarA ssudara SDH mewakili para pembaca,,,sy ikut prihatin dgn byk binatang yg SDH meresahkan masyarakat,
,,,,Untuk kelurga korban sy ikut berbela sungkawa,,,atas musibah.

Hingga kini keberadaan Harimau yang telah memakan manusia belum terlacak dan terdata keberadaannya. Jumlah pastinya pun belum terdata berapa ekor. [rhd]


Komentar Pembaca