Inilah 7 Harapan Baru untuk Sumsel 2020

Tentang Sumsel  SABTU, 28 DESEMBER 2019 | 13:33 WIB | Rahmad Romli

Inilah 7 Harapan Baru untuk Sumsel 2020

MOESLIMCHOICE. Ada banyak harapan diutarakan Gubernur Sumsel H. Herman Deru di tahun 2020. Semua harapan itu disampaikan pada Kaleidoskop Pemerintah Provinsi Sumsel Tahun 2019, Kamis (26/12) di Griya Agung.

MC Award 2

Sedikitnya ada 7 harapan yang ingin dicapainya pada 2020. Harapan tersebut masing-masing yakni 1. Percepatan penurunan angka kemiskinan menuju 1 digit. 2. Peningkatan peringkat produksi padi Sumsel di level nasional. 3. Kondisi mantap infrastruktur  jalan dan jembatan meningkatan dan merata.

Kemudian keempat,  Akses sanitasi dan air bersih meningkat. 5. Universal health coberage di seluruh kabupaten kota. 6. Zero konflik, kerukunan beragama dan harmonis kehidupan sosial. 7. Percepatan peningkatan IPM dari kategori sedang menjadi kategori tinggi.

"Namun inti dari semua itu adalah menyongsong tahun 2020 kita semua jangan lelah berinovasi. Mari kita berbuat yang lebih baik lagi, meningkatkan keimanan dan ketakwaan, ada perbaikan akhlak dan ekonomi  masyarakat untuk Sumsel yang lebih Maju," ungkap HD.

Dikatakannya, kaleidoskop ini sebenarnya bukan sekedar untuk melihat kinerja Gubernur dan Wakil Gubernur melainkan wahana untuk introspeksi memperbaiki apa-apa saja yang masih kurang dan perlu ditingkatkan.

"Saya tidak mau muluk-muluk. Saya ingin apa yang sudah kita kerjakan sama-sama ini akumulasi dari hasil yang dicapai muaranya hanya satu penurunan angka kemiskinan," ujarnya.

Iapun berharap masyarakat Sumsel ikut berpartisipasi mempertahankan status zero konflik yang menjadi salah satu poin harapannya di 2020. Mengingat keamanan dan kenyamanan adalah modal penting untuk menarik investor berinvestasi di Sumsel.

Dari paparan kaleidoskop itu, ia mengklaim, terjadi grafik peningkatan-peningkatan yang cukup menggembirakan. Salah satunya soal kinerja perbaikan infrastruktur yang sudah menjadi komitmennya sejak awal.

"Ternyata kita bisa hanya dengan satu tahun anggaran saja memperbaiki infrastruktur sehingga terkoneksi antara akses-akses di jalan kabupaten bahkan jalan negara," jelasnya.

Selain infrastruktur hal yang menjadi konsennya pada 2020 adalah peningkatan produksi pertanian. Ia berharap kedepan Sumsel tidak hanya surplus beras tapi juga pangan seperti jagung dan lainnya.

Jika pada 2017-2018 Sumsel ada di peringkat ke-8 dan tahun 2019 merangsek ke urutan ke-5, Ia optimis tahun 2020 Sumsel sudah bisa masuk tiga besar nasional. Apalagi Mentan RI sudah mendukung penuh Sumsel sebagai daerah pengekspor pangan pertama di Indonesia.

"Waktu pak Mentan kesini. Saya sudah usulkan agar mengubah mindset agar petani jangan seperti buruh di tanah sendiri tapi berubah jadi petani yang berjiwa entrepreneur," tambahnya.

Hal lain yang tak kalah penting yang menjafi perhatiannya, tahun depan Ia juga akan tetap komit untuk tetap melunasi pajak-pajak kendaraan yang selama ini terkatung-katung. Karena hal ini berdampak pada perencanaan pemangunan kab/kota.

"Saya pernah menjadi bupati dan merasakan betul itu," jelasnya.

Sementara itu Kepala Bappeda Sumsel Firmansya MSc mengatakan sepanjang 2019 terdapat tak kurang 57 penghargaan yang ditorehkan di bawah kepemimpinan Gubernur Sumsel H.Herman Deru dan Wakil Gubernur Sumsel H. Mawardi Yahya.

Penghargaan itu terdiri dari 33 di bidang  Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, 11 penghargaan di bidang Ekonomi, Keuangan dan Pembangunan, 9 Bidang Administrasi dan Umum dan 4 penghargaan Tim Penggerak PKK dan Dekranasda.

Di antaranya adalah Penghargaan sebagai Provinsi dengan perencanaan dan pencapaian pembangunan daerah (PPd) terbaik tigkat nasional (Peringkat ke-III Nasional) yang diberikan langsung oleh Presiden Jokowi.

"Untuk belanja infrastruktur Provinsi Sumsel 2019 senilai Rp 1,55 triliun merupakan yang tertinggi dalam kurun 4 tahun terakhir. Dengan sebagian besar untuk perbaikan dan penigkatan infrastruktur jalan yang mencaoai Rp 1,26 triliun (tertinggi dalam kirin 7 tahun terakhir)," jelas Firmansyah.

Secara keseluruhan total transfer APBD provinsi ke 17 kabupaten/kota tahun 2019 berjumlah Rp 3,4 triliun meningkat Rp 1,7 triliun dibandingkan 2018. Sedangkan Untuk hutang bagi hasil ke Kabupaten/kota  pada tahun 2019  dianggarkan lunas senilai Rp 1,3 triliun. [rhd]


Komentar Pembaca