Turis Belanda: Pacitan is een Verborgen Paradijs!

Wisata  RABU, 25 DESEMBER 2019 | 09:15 WIB

Turis Belanda: Pacitan is een Verborgen Paradijs!

Rich Haringga bersama ibu dan adik-adiknya

MoeslimChoice | Ujung 2019 tinggal hitungan hari. Libur lumayan panjang pun sudah tergelar. Tak heran bila banyak turis memanfaatkan masa liburnya itu dengan mengunjungi sejumlah destinasi wisata, termasuk Kabupaten Pacitan, Jawa Timur, yang masih alami.

Begitu pula dengan Rich Haringga, wisatawan asal Negeri Kincir Angin Belanda, yang selama hampir sepekan menikmati keindahan pantai-pantai di Pacitan bersama keluarga dan rekan-rekannya.

Ia tak ingin menyia-nyiakan kesempatan libur panjang Nataru 2020 ini dengan hanya berdiam diri di negaranya.

Bersama sang ibu, Koen Haringga, dan adik-adiknya, Rich memilih berjalan-jalan ke Indonesia selama 20 hari —sebuah negeri yang memiliki ikatan sejarah sangat panjang dengan Belanda.

Mijn familie en ik hebben echt genoten van alles rondom de toeristische attracties in Pacitan (Saya dan keluarga sangat menikmati segalanya di sekitar tempat wisata di Pacitan),” ungkap Rich kepada Kontributor MoeslimChoice di Pacitan, Suluh Apriyanto, Rabu (25/12/2019).

Wisman yang agak paham Bahasa Indonesia ini menilai, wisata Pacitan pantas untuk dikagumi. Bahkan, menurutnya, Pacitan adalah verborgen paradijs, surga yang tersembunyi!

Di matanya, inilah destinasi wisata yang sesungguhnya, dalam arti masih alami dengan keasliannya yang terjaga.

“Kita datang ke sini adalah mimpi yang terjawab. Mimpi kita untuk berlibur ke Pacitan, surga tersembunyi di dunia,” katanya.

Keluarga londo tersebut mengaku enggan cepat-cepat meninggalkan Pacitan. Selain masih banyak destinasi wisata yang belum dikunjunginya, Rich pun mengaku sangat menikmati kearifan lokal yang ada di Bumi Pacitan.

Di tempat terpisah, salah seorang penjual cenderamata dan oleh-oleh khas Pacitan, Agus (50), yang tengah asyik mempersiapkan barang dagangannya, merasa lega bila banyak turis yang datang ke daerahnya.

“Pastinya dagangan kita banyak yang laku terjual kepada turis, karena mereka sangat suka dengan oleh-oleh yang unik. Soal harga, gak sulit. Kita bilang harga sekian, langsung dibelinya tanpa menawar,” kata Agus.

Ia, juga para pedagang cenderamata dan makanan lainnya di Pacitan, menaruh harapan besar kawasan ini kelak bisa kebanjiran wisman.

“Selain meningkatan pendapatan daerah dari sektor pariwisata, juga berimbas kepada para pedagang di lokasi wisata,” pungkasnya. [yhr]


Komentar Pembaca