JAPFA Dukung Kebijakan Halal Pemerintah

Kesehatan  SELASA, 24 DESEMBER 2019 | 01:10 WIB | Natasha

JAPFA Dukung Kebijakan Halal Pemerintah

MoeslimChoice | Menanggapi kebijakan pemerintah yang mengeluarkan UU Halal, pihak PT Japfa Comfeed Indonesia, Tbk (JAPFA) menyatakan sangat mendukung. Karena definisi halal tidak bisa dipandang hanya dari sisi satu agama saja. Tapi halal merupakan suatu gaya hidup yang mengusung kesehatan.

MC Award 2

Direktur Corporate Affairs JAPFA Rachmat Indrajaya menyampaikan bahwa JAPFA sendiri sudah mengaplikasikan ketentuan halal ini di semua lini bisnis JAPFA. "Bisnis utama kita itu ada tiga. Perunggasan, peternakan sapi potong dan budidaya perairan. Dan bisnis pendukung adalah unit usaha karung plastik, unit bisnis pengiriman, unit peletisasi kopra dan unit kesehatan hewan dan perlengkapan peternakan. Dan semua ini sudah mengaplikasikan nilai-nilai kehalalan dan bersertifikasi halal," kata Rachmat saat ditemui pada salah satu acara JAPFA di Jakarta, Minggu (22/12/2019).

Ia menyebutkan bahwa JAPFA melihat halal lebih dari hanya kepahaman suatu agama. Tapi lebih kepada gaya hidup sehat.

"JAPFA itu semuanya bersertifikasi halal. Untuk yang memotong, yang di kami disebut sebagai Juleha yaitu Juru Sembelih Halal semuanya sudah memiliki sertifikasi halal. Dan ucapan bismillah itu bukan hanya pada awal pemotongan saja. Tapi setiap akan menyembelih selalu diucapkan. Begitu juga untuk produk susu," ujarnya lebih lanjut.

Selain itu, Rachmat juga menyatakan bahwa halal memiliki aspek bisnis yang sudah menjadi orientasi di seluruh dunia. "Di Korea, bahkan hingga kosmetika saja sudah memiliki sertifikasi halal. Belum lagi, hampir seluruh lokasi wisata pun sudah memiliki sertifikasi halal. Begitu juga Singapura dan beberapa negara yang bukan negara muslim juga sudah memberlakukan sertifikasi halal," ucapnya.

Produk halal, menurut Rachmat, juga dianggap sebagai way of business. Karena makanan atau minuman yang bersertifikasi halal akan bisa dinikmati oleh warga yang non muslim, sementara makanan non halal tidak bisa dinikmati oleh warga muslim. "Jadi ini speak of business juga ya. Sekarang banyak turis-turis atau buyer yang memang meminta sertifikasi halal," pungkasnya. (amn)


Komentar Pembaca