Cek Harga, Bupati Pacitan Sidak Pasar Arjowinangun

Daerah  JUMAT, 20 DESEMBER 2019 | 09:25 WIB

Cek Harga, Bupati Pacitan Sidak Pasar Arjowinangun

Bupati Pacitan, Indartato (berbaju biru), bercengkerama dengan seorang pedagang di Pasar Arjowinangun

MoeslimChoice | Pagi-pagi sekali, Bupati Pacitan, Jawa Timur, Indartato, datang ke pasar. Ini sesuatu yang tak lazim, dan tentunya ada hal yang “kurang beres”.

Tapi, begitulah yang dilakukan Indartato pada Jumat (20/12/2019) pagi tadi.

Diiringi jajaran Pemerintah Kabupaten Pacitan, mereka berduyun-duyun bak berpawai, melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke Pasar Arjowinangun.

Di sana, Indartato terlihat bercengkerama dengan para penjual dan pembeli, bahkan sempat bertemu beberapa temannya di masa sekolah yang membuat kenangannya di tempo dulu tergugah.

Pada momen sidak itu, Indartato mengimbau agar pedagang tetap bertumpu pada harga standar dan tidak menaikkan harga-harga kebutuhan pokok di suasana jelang perayaan Natal dan Tahun Baru ini.

Di sela-sela sidak itu, kepada Kontributor MoeslimChoice di Pacitan, Suluh Apriyanto, Indartato mengatakan, pasar-pasar di wilayahnya relatif masih aman. Tak ada kenaikan harga yang signifikan.

“Harga-harga masih stabil. Memang, ada satu-dua komoditas yang mengalami kenaikan. Tapi kenaikannya tidak signifikan. Maka, saya berharap supaya masyarakat, khususnya penjual, tetap menjaga kestabilan harga ini dalam menghadapi Natal dan Tahun Baru nanti," ucapnya, Jumat (20/12/2019).

Lebih lanjut Indartato menegaskan, Pemkab Pacitan akan mengadakan Operasi Pasar bila harga-harga mengalami lonjakan.

“Ya, kita akan mengadakan Operasi Pasar. Tapi, itu bila terjadi lonjakan harga yang cukup signifikan. Kalau melihat kondisi pada saat ini, ternyata masih aman-aman saja, baik harga maupun ketersediaan stok pangannya. Masih aman,” katanya.

Di lain tempat, Lastri (45), salah seorang pedagang sembako di Pasar Arjowinangun, mengatakan, saat ini —yang ia ketahui— baru tiga komoditas yang mengalami kenaikan harga dari pihak distributor.

“Minyak goreng, gula pasir, dan telur ayam sudah mengalami kenaikan. Tapi ya sedikit saja. Tidak terlalu banyak. Hanya naik Rp 200 saja, kok,” ucapnya.

Soal mengambil keuntungan dalam berdagang, tentunya sudah menjadi profesi mereka sehari-hari.

Namun, Lastri mengaku hanya mengambil keuntungan antara Rp 500 hingga Rp 1.000 dari setiap barang dagangannya.

“Ya, kita juga kan butuh untung, Mas. Tapi, ya tidak terlalu juga dalam mencari keuntungan tersebut. Supaya tidak terjadi bubar pelanggan,” pungkasnya. [yhr]


Komentar Pembaca