Edhy Prabowo Jelaskan Kajian Ekspor Lobster

Ekonomi  JUMAT, 20 DESEMBER 2019 | 06:55 WIB | Sugiharta Yunanto

Edhy Prabowo Jelaskan Kajian Ekspor Lobster

MoeslimChoice | Kontroversi ekspor benih lobster masih berlanjut. Tapi yang pasti, Peraturan Menteri Kelautan Dan Perikanan Nomor 56 Tahun 2016 tentang Larangan Penangkapan dan atau Pengeluaran Lobster, Kepiting, dan Rajungan Dari Wilayah Negara Republik Indonesia belum dicabut atau diganti. Masih dalam kajian.

Terkait dengan itu, Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo membeberkan kajian dan fakta di lapangan soal benih lobster ini. “Sebelum diekspor (benih lobster) itu bisa dilakukan pembesaran. Kenapa harus langsung ekspor?” ujar Edhy, Kamis, 19/12/19.

Edhy menjelaskan ekspor benur (benih) lobster itu bagus ketika usaha pembesaran benih lobster itu juga berkembang. Jadi, kata dia, ekspor seharusnya tak dihalang-halangi. “Tapi kita ini terbiasa melihat ujungnya saja lalu ditentang, tidak melihat isinya (wacana ekspor itu),” ujarnya.

Dia mengaku tak menghendaki polemik benih lobster ini berlarut-larut dan tak produktif. Yang jelas, sambungnya, kebijakan tentang ekspor benur ini menggunakan pertimbangan akademis dan ilmiah. “Kalau memang akhirnya akan ada ekspor (benih lobster), kami tentu ada kajiannya," ujarnya.

Sebaliknya Edhy juga mendorong upaya budidaya atau pembesaran benih menjadi lobster dewasa di dalam negeri. Dia bilang, di Lombok, Nusa Tenggara Barat, ada nelayan yang membesarkan benih lobster pasir dan lobster mutiara secara diam diam karena takut ditangkap.

“Di NTB dan daerah lain ada yang sembunyi sembunyi (membesarkan lobster). Kan kita nggak boleh membiarkan mereka tiba tiba ketakutan. Kita harus terbuka dengan solusi,” tandas Edhy.


Komentar Pembaca