Ustadz Valentino Dinsi Klarifikasi Foto Saat Bersama Hartadinata

Berita  SABTU, 14 DESEMBER 2019 | 08:37 WIB | Adhes Satria

Ustadz Valentino Dinsi Klarifikasi Foto Saat Bersama Hartadinata

Moeslimchoice | Pimpinan MTW (Majelis Taklim Wirausaha) Ustadz Valentino Dinsi memberikan klarifikasi terkait pernyataan Ustadz Shamsi Ali, Imam di kota New York, Presiden Nusantara Foundation,  soal Hartadinata Harianto, CEO SR Group.

MC Award 2

Shamsi Ali bertanya, Mohon yg kenal mereka di foto ini bisa mengontak saya. Jangan Nama besar Amerika mudah dipakai untuk membohongi masyarakat, termasuk Pengusaha kita....”  

Seperti diberitakan sebelumnya, moeslimchoice memberitakan Hartadinata Harianto sebagai CEO SR Group dengan judul ““Kebangkitan-ekonomi-syariah-indonesia-bersama-stern-resources-group”  (https://www.moeslimchoice.com/read/2019/09/08/26172/-kebangkitan-ekonomi-syariah-indonesia-bersama-stern-resources-group.

Nah, dalam foto tersebut terdapat Ustadz Valentino yang selama ini dikenal sebagai motivator muslim dan praktisi Syariah. Ketika dihubungi, Valentino mengaku sudah berkomunikasi dengan Ustadz Shamsi Ali. “Saya sudah komunikasi dengan beliau (Shamsi Ali),” ujar Valen, demikian ia akrab disapa.

Kemudian Ustadz Valentino memberikan klarifikasi kepada moeslimchoice yang kemudian beredar di sosial media:

“Sehubungan dengan beredarnya  artikel ttg Syariah Indonesia(SI) yang diluncurkan Stern Resources (SR) Group, sebuah perusahaan milik non Muslim di Amerika Serikat dimana terdapat foto Saya dan mengaitkan Saya seolah2 terlibat dalam perusahaan tersebut.

Dengan ini Saya memberikan klarifikasi :

1. Foto yang beredar tersebut adalah foto saat Saya diundang untuk sharing ttg bisnis Syariah.

2. Saya tidak terlibat, tidak menduduki posisi apapun dan tidak ada kaitannya dengan usaha yang dijalankan  oleh perusahaan SI maupun SR.

Demikian klarifikasi dari Saya semoga dapat diambil hikmahnya bagi Kita semua. Wassalaamualaikum wr wb

Valentino Dinsi, Pimpinan MTW (Majelis Taklim Wirausaha). (des)


Komentar Pembaca