Wisata Bahari Jadi Perhatian Menteri Kelautan dan Perikanan

Wisata  SABTU, 14 DESEMBER 2019 | 06:55 WIB | Sugiharta Yunanto

Wisata Bahari Jadi Perhatian Menteri Kelautan dan Perikanan

Wisata Bahari Taman Nasional Sembilang, Banyuasin, Sumatera Selatan

MoeslimChoice | Wisata bahari menjadi perhatian Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP). Menurut Menteri Kelautan dan Perikana Edhy Prabowo, potensi wisata yang mengandalkan sumber daya kelautan itu di Indonesia, kata dia, sangat kaya dan beragam, namun memerlukan banyak pembenahan.

“Kita sudah menetapkan 195 kawasan konservasi laut dengan luas 22,68 juta hektare. Saya melihat masih banyak ceruk atau peluang yang bisa kita manfaatkan di mana-mana. Dari 195 ini, saya sangat yakin belum semuanya kita ketahui ekosistemnya secara detail,” ungkap Edhy dalam penutupan Talkshow dan Pameran Gelar Wisata Bahari 2019 yang diselenggarakan Direktorat Jenderal Pengelolaan Ruang Laut (PRL) Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Kamis, 12/12/19.

Masalah wisata bahari ini, kata dia, menjadi salah satu ironi Indonesia yang 2/3 wilayahnya secara strategis merupakan laut. Namun, sambungnya, laut Indonesia ini belum mampu menyumbang hingga 2/3 ekonomi Indonesia.

Oleh sebab itu, KKP akan terus fokus membangun dan memanfaatkan potensi sumber daya kelautan ini. Untuk wisata bahari yang dari tahun ke tahun menunjukan perkembangan, kata dia, target pengelolaan seperti kunjungan wisatawan dan kelestarian lingkungan seringkali belum berjalan ideal beriringan.

Dengan kondisi itu, kata dia, aspek pariwisata yang mencakup atraksi, akomodasi, amenitas, dan aksesibilitas perlu penanganan terpadu para pemangku kepentingan. "Termasuk kemudahan akses bagi para investor," ujarnya.

Ia mengungkapkan, KKP memiliki 10 Kawasan Konservasi Perairan Nasional (KKPN) yaitu Gili Matra (Gili Meno, Air dan Gili Trawangan) - Kepulauan Anambas, Pulau Padaido – Papua, Laut Sawu – NTT, Pulau Pieh - Sumatera Barat, Kapoposang - Sulawesi Selatan, Kepulauan Aru Tenggara - Maluku, Taman Laut Banda-Maluku, Waigeo Sebelah Barat - Papua Barat, Kepulauan Raja Ampat – Papua Barat.  

Selain di kawasan konservasi, pengembangan wisata bahari dapat dilakukan di zona perairan umum. Jenis wisata bahari yang dapat dilakukan antara lain wisata alam bentang laut, wisata alam pantai/pesisir, dan wisata alam bawah laut.

Satu hal yang sedang KKP kembangkan untuk wisata bawah laut adalah wisata minat khusus wisata kapal tenggelam yang sudah banyak diminati sebagai wisata sejarah yang memiliki nilai sejarah yang tinggi.  

Tentu saja dalam hal mendukung Program Prioritas Pembangunan Nasional, KKP juga mendukung lokasi-lokasi Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN). Dukungan kegiatan tetap mengedepankan kelestarian ekosistem, pengembangan wisata bahari yang dilakukan terintegrasi, mendukung kawasan-kawasan penyangga yang memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai kawasan wisata bahari.

Menteri Edhy menyebut, tantangan ke depan dalam pembangunan wisata bahari adalah bagaimana mengintegrasikan pengelolaan dan pemanfaatan destinasi wisata bahari. Target pengelolaan seperti kunjungan wisatawan dan kelestarian lingkungan seringkali belum secara ideal berjalan beriringan.

Untuk itu, KKP berusaha menyeimbangkan aspek lingkungan, sosial, ekonomi untuk mengejar ketertinggalan dalam pembangunan wilayah pesisir dan pulau – pulau kecil sebagai kawasan ekowisata dengan tidak meninggalkan masyarakat dalam pengelolaannya. Pengelolaan ekowisata berbasis masyarakat pesisir dan potensi lokal menggunakan konsep desa wisata bahari adalah langkah tepat.  

“Nanti di lokasi wisata bahari jangan lupa tanam karang dan tanam mangrove. Ini sangat penting untuk lingkungan dan mencegah dampak climate change. Kalau bisa kita berjalan bersama-sama dengan beriringan menanam jutaan mangrove atau karang. BI juga bisa ikut untuk program CSR-nya,” ajaknya.

Pembahasan dalam acara antara lain menyangkut Program Wisata Bahari Mandiri. Program ini mengutamakan pengembangan wisata bahari berbasis masyarakat dan potensi lokal. 

Lantas Desa Wisata Bahari untuk mengembangkan desa berpotensi wisata dengan mengedepankan konservasi sumberdaya alam dan ekosistem dalam setiap pengelolaan wisata, menjadikannya prioritas pertama setelah peningkatan sektor ekonomi. Masyarakat dalam hal ini tidak hanya sebagai obyek dan penonton tetapi juga lebih berperan sebagai pelaku usaha wisata. Konsep yang memberdayakan dan mengedukasi masyarakat tentang pengelolaan wisata bahari yang peduli alam dan lingkungan yang sekaligus mensejahterakan kehidupan masyarakat.

Diharapkan dengan program ini masyarakat juga dapat mengelola kawasannya menjadi kawasan ekowisata unggulan. Program yang dijalankan selama ini cukup memberikan hasil bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat, penyadaran masyarakat, dan kepedullian terhadap kondisi ekosistem.

Pada acara yang sama, Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo menyatakan bahwa sektor wisata bahari dapat turut menjadi salah satu sumber devisa negara. Ia pun menyatakan bahwa Bank Indonesia mendukung upaya KKP untuk mendorong pengembangan wisata bahari. “Bank Indonesia berkomitmen untuk membantu, mendukung pemerintah dalam berbagai program dan kebijakan ekonomi, termasuk wisata bahari. Bagaimana mendorong industri maritim menjadi daya dukung ekonomi nasional, sumber devisa negara,” ucapnya.

Guna mencapai hal itu, Perry mengusulkan agar pemerintah membangun komunitas-komunitas kelautan dan perikanan, termasuk wisata bahari, baik di tingkat lokal maupun nasional. Dengan begitu, pemerintah akan lebih mudah untuk mengorganisir dan memberikan pengelolaan secara teknis. “Wisata bahari tak bisa hanya dilakukan oleh individu. Penting untuk membangun komunitas-komunitas untuk memudahkan pengorganisasian penyaluran KUR dan sebagainya. Mari kita bentuk komunitas-komunitas ini,” ujarnya.

Selain soal wisata, Menteri Edhy juga menyoroti pengelolaan ruang laut dengan pemanfaatan turbin laut untuk menghasilkan tenaga listrik. Menurut dia, Portugal siap bekerja sama dengan Indonesia dalam penerapan teknologi ini.

Ya masih nyambung dengan wisata bahari. Kan menarik listrik dengan turbit laut menjadi sumber energi untuk akomodasi wisata bahari.


Komentar Pembaca