MoeslimChoice Award 2019

Meutya Hafid: Islam Ajarkan Kesetaraan pada Demokrasi

Nasional  KAMIS, 12 DESEMBER 2019 | 23:55 WIB

Meutya Hafid: Islam Ajarkan Kesetaraan pada Demokrasi

Ketua Komisi I DPR RI, Meutya Viada Hafid

MoeslimChoice | Sangat boleh jadi, banyak yang tak menyadari bahwa prinsip-prinsip kesetaraan dalam demokrasi itu ternyata menyerap dari nilai-nilai Islam.

Begitulah yang disampaikan Ketua Komisi I DPR RI, Meutya Viada Hafid, sesaat setelah menerima penghargaan Democracy Figures dari MoeslimChoice Award 2019 di Gedung Kesenian Jakarta (GKJ), Pasar Baru, Jakarta Pusat, Kamis (12/12/2019) malam.

“Demokrasi banyak menyerap nilai Islam tentang kesetaraan. Maka, sebagai Muslimah, saya bangga menjadi salah satu produk demokrasi yang selaras dengan Islam di Indonesia,” katanya.

Diketahui, politikus ini pun sempat dinobatkan sebagai Tokoh Pers Inspiratif Indonesia versi Mizan.

Nama Meutya Hafid sebagai seorang jurnalis lekat di kenangan masyarakat Indonesia tatkala dirinya mengalami penyanderaan di Irak.

Kasus itu pula yang menyadarkan khalayak bahwa wartawan tak hanya butuh intelektualitas dan wawasan, tetapi juga keberanian dan kegigihan, demi keterbukaan informasi.

Berangkat dari dunia media yang penuh dinamika, muslimah ini melanjutkan karirnya di ranah politik sebagai politisi.

Setelah timbul tenggelam dalam dinamika politik nasional —baik sebagai wakil rakyat di parlemen maupun internal partai politik— selama hampir sepuluh tahun terakhir, figur ini mulai menunjukkan kehandalannya berpolitik.

Tahun ini, ia duduk sebagai Ketua Komisi I DPR RI. Padahal, komisi ini kerap diidentikkan dengan dunia lelaki, karena membidangi masalah pertahanan, luar negeri, komunikasi dan informatika, serta intelijen.

Namun, justru karena itulah ia menjadi produk istimewa demokrasi Indonesia, sekaligus mendorong MoeslimChoice Award memilihnya sebagai salah satu penerima penghargaan Democracy Figures 2019.

Sejumlah tokoh nasional, baik dari struktur Kabinet Indonesia Maju, pemerintahan daerah, ulama, budayawan, seniman, maupun lembaga-lembaga penggerak ekonomi syariah berkumpul pada momen jelang tutup tahun tersebut, yang bertepatan dengan milad ke-2 media MoeslimChoice Network (MoeslimChoice Magazine, moeslimchoice.com, dan MCTV).

Pada ajang MoeslimChoice Award kali ini, terdapat puluhan figur yang dinilai berpengaruh sepanjang tahun 2019 sebagai penerima penghargaan.

Mereka, para penerima award tersebut, terbagi dalam beberapa kategori, antara lain Democracy Figures, Good Government, Ulama, Artist, Humanitarian Institution, Sharia Financial Institution, serta Hajj and Umrah Organizer.

Selain itu, ada dua kategori penghargaan khusus, yakni Lifetime Achievement, yang diberikan kepada mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla, dan Men of the Year 2019.

Tahun ini merupakan jilid kedua dari ajang MoeslimChoice Award. Pada jilid pertamanya, tahun 2018, MoeslimChoice menganugerahkan penghargaan kepada sejumlah tokoh nasional, antara lain KH Ma’ruf Amien, Sandiaga Salahuddin Uno, Anies Baswedan, Yusril Ihza Mahendra, Rizal Ramli, Habib Rizieq Shihab, dan sebagainya.

Di sela-sela penganugerahan penghargaan, ajang MoeslimChoice Award kali ini dimeriahkan pula dengan pementasan drama tiga babak, mengusung tema “Ekonomi Syariah”, “Siapa yang Memecah Belah Umat”, dan “Umat Bersatu”. [yhr]


Komentar Pembaca