Bismillah, MoeslimChoice Award 2019 Tergelar di GKJ

Nasional  KAMIS, 12 DESEMBER 2019 | 19:34 WIB

Bismillah, MoeslimChoice Award 2019 Tergelar di GKJ

MoeslimChoice | Perhelatan akbar MoeslimChoice Award 2019 tergelar malam ini, Kamis (12/12/2019), mulai pukul 19.00 WIB, di Gedung Kesenian Jakarta (GKJ), Jalan Gedung Kesenian Nomor 1, Pasar Baru, Jakarta Pusat.

Sejumlah tokoh nasional, baik dari struktur Kabinet Indonesia Maju, pemerintahan daerah, ulama, budayawan, seniman, maupun lembaga-lembaga penggerak ekonomi syariah, berkumpul pada momen jelang tutup tahun tersebut, yang bertepatan dengan milad ke-2 media MoeslimChoice Network (MoeslimChoice Magazine, moeslimchoice.com, dan MCTV).

Berdasarkan pemantauan, Ketua MPR Bambang Soesatyo, Wakil Ketua MPR Hidayat Nur Wahid, Kepala Bulog Budi Waseso, Wakil Ketua MUI Tengku Zulkarnaen, juga pedakwah Gus Miftah, sudah hadir di GKJ.

Pada ajang MoeslimChoice Award kali ini, terdapat puluhan figur yang dinilai berpengaruh sepanjang tahun 2019 sebagai penerima penghargaan.

Mereka, para penerima award tersebut, terbagi dalam beberapa kategori, antara lain Democracy Figures, Good Government, Ulama, Artist, Humanitarian Institution, Sharia Financial Institution, serta Hajj and Umrah Organizer.

Selain itu, ada dua kategori penghargaan khusus, yakni Lifetime Achievement dan Men of the Year 2019.

Tahun ini merupakan jilid kedua dari ajang MoeslimChoice Award. Pada jilid pertamanya, tahun 2018, MoeslimChoice menganugerahkan penghargaan kepada sejumlah tokoh nasional, antara lain KH Ma’ruf Amien, Sandiaga Salahuddin Uno, Anies Baswedan, Yusril Ihza Mahendra, Rizal Ramli, Habib Rizieq Shihab, dan sebagainya.

“Persiapan relatif berjalan lancar. Kini tinggal pelaksanaan. Bismillah, semoga segala sesuatunya berjalan sesuai rencana dan harapan,” kata Ketua Panitia Pelaksana MoeslimChoice Award 2019, Zulfahmi Jamba, di GKJ, Kamis (12/12/2019).

Melengkapi malam puncak anugerah MoeslimChoice Award kali ini, hadir pula pementasan drama tiga babak, mengusung tema “Ekonomi Syariah”, “Siapa yang Memecah Belah Umat”, dan “Umat Bersatu”. [yhr]


Komentar Pembaca