UU Kewarganegaraan India Disambut Aksi Jalanan

Internasional  KAMIS, 12 DESEMBER 2019 | 13:10 WIB | Sunarya Sultan

UU Kewarganegaraan India Disambut Aksi Jalanan

Foto/net

Moeslimchoice | Parlemen India atau Sansad resmi meloloskan Citizenship Amandement Bill (CAB) atau RUU Amandemen Kewarganegaraan. Sansad yang terdiri dari Lok Sabha (majelis rendah) dan Rayja Sabha (majelis tinggi) menyetujui CAB pada Rabu malam (11/12/2019).

Lok Sabha sendiri telah menyetujui CAB pada Senin (9/12/2019). Sementara Rayja Sabha meloloskan CAB dengan suara 125 melawan 105.

Seperti dimuat AP, CAB saat ini hanya tinggal menunggu diteken oleh Presiden Ram Nath Kovind sebagai formalitas sebelum akhirnya berhasil menjadi sebuah hukum yang mengikat alias UU.

Diperkenalkan oleh pemerintahan Perdana Menteri Narendra Modi, CAB mengatur untuk memberikan kewarganegaraan pada penduduk non-Muslim dari Pakistan, Bangladesh, dan Afganistan yang bermigrasi secara ilegal ke India sebelum 2015.

Alhasil, CAB yang divokalkan oleh Menteri Dalam Negeri Amit Shah dianggap telah mendiskriminasi muslim. Protes akhirnya meletus di berbagai belahan wilayah India.

Di negara bagian Assam, pengunjuk rasa memblokir jalan dan jalur kereta dengan membakar ban. Sementara polisi menembakkan peluru karet, gas air mata, hingga pentungan untuk membubarkan masa.

Lebih parah dari Assam, di negara bagian Mukesh Aggarwal, pihak berwenang harus memberlakukan jam malam di ibukotanya, Gauhati sebagai kewaspadaan akan meningkatnya kekerasan.

Menurut kantor berita pemerintah, pemerintah federal telah mengirim 5.000 tentara paramiliter ke sana untuk mengamankan wilayah itu.

Bukan hanya di dalam negeri, CAB juga menuai kritikan dari Komisi Kebebasan Beragama Internasional AS. Mereka mengkritik bahwa CAB telah bertentangan dengan sejarah India yang pluralisme sekuler. [nry]


Komentar Pembaca
Disentil DKPP Soal Kasus Wahyu, Ketua KPU Ngeles

Disentil DKPP Soal Kasus Wahyu, Ketua KPU Ngeles

PolhukamJumat, 17 Januari 2020 | 01:10

KPK Bingung Masinton Miliki Sprindik Wahyu Setiawan

KPK Bingung Masinton Miliki Sprindik Wahyu Setiawan

PolhukamKamis, 16 Januari 2020 | 06:55

Woi Sobat Ambyar! Didi Kempot Manggung di Kelapa Gading Minggu Malam
Mendagri Tito Karnavian Terima Penghargan Tertinggi dari Singapura
Pengakuan Punggawa Keraton Agung Sejagat

Pengakuan Punggawa Keraton Agung Sejagat

NasionalRabu, 15 Januari 2020 | 10:20

Pemerintah Filipina Sulap Abu Vulkanik Gunung Taal Jadi Batu Bata
Sah, Reini Wirahadikusumah Jadi Rektor Perempuan Pertama ITB

Sah, Reini Wirahadikusumah Jadi Rektor Perempuan Pertama ITB

PendidikanSenin, 20 Januari 2020 | 00:25

Demo Rompi Kuning Ricuh, Presiden Prancis Dievakuasi

Demo Rompi Kuning Ricuh, Presiden Prancis Dievakuasi

InternasionalMinggu, 19 Januari 2020 | 23:20

Kronologi Kecelakaan Maut Bus Pariwisata di Subang

Kronologi Kecelakaan Maut Bus Pariwisata di Subang

DaerahMinggu, 19 Januari 2020 | 22:05

Hujan Belum Reda, Jakarta Siagakan 478 Pompa di 176 Titik

Hujan Belum Reda, Jakarta Siagakan 478 Pompa di 176 Titik

NasionalMinggu, 19 Januari 2020 | 21:15