Ada Atau Tidak RUU Perlindungan Tokoh Agama, Ulama akan Selalu Syiar

Nasional  KAMIS, 12 DESEMBER 2019 | 11:24 WIB | Sunarya Sultan

Ada Atau Tidak RUU Perlindungan Tokoh Agama, Ulama akan Selalu Syiar

Foto/net

Moeslimchoice | Ada atau tidaknya RUU perlindungan tokoh dan Simbol Agama yang kini tengah dibahas DPR, para ulama akan selalu menyiarkan ajaran agama. Hal tersebut dinyatakan oleh Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Wahdah Islamiyah Zaitun Rasmin.

Namun demikian, Wakil Sekretaris Majelis Ulama Indonesia (MUI) itu menyebut aturan tersebur memang sangat diperlukan. Karena, saat pemuka agama dalam memberi pencerahan terhadap umat masih ada yang beranggapan berbeda.

"Karena itu harus ada perlindungan dan kalau bisa di UU kan silahkan itu bagus, Tapi kalau tidak ulama sudah siap kok apapun risikonya," tukas Zaitun kepada wartawan di Jakarta, Kamis (12/12/2019).

Lebih lanjut Zaitun menjelaskan, kadang-kadang orang salah paham terhadap tokoh-tokoh agama yang menyampaikan kebenaran tapi ada orang-orang yang tidak suka.

Pertanyaannya kini, apakah RUU yang masuk ke dalam Program Legislasi Nasional (Prolegnas) DPR 2020 akan membuat para tokoh pemuka agama terkekang? Untuk itu Zaitun berharap agar DPR dan pemerintah dalam membahas poin-poin atau pasal-pasal melibatkan ormas islam dan tokoh untuk mendapatkan masukan.

"Mudah mudahan tidak. Kami berharap DPR dan pemerintah dapat membuat UU yang terbaik melindungi tokoh ulama, tokoh agama, tokoh politik, selama mereka berjuang untuk kemaslahatan bangsa," jelasnya.

Sebagai informasi, DPR melalui Badan Legislasi (Baleg) pada pekan lalu telah menetapkan benerapa RUU masuk kedalam prolegnas Prioritas dan akan dituntaskan pada 2020. Dari lima puluh RUU salah satunya adalah RUU tentang perlindungan tokoh agama, dan simbol agama RUU tentang perlindungan Kyai dan guru Ngaji. [nry]


Komentar Pembaca