Jokowi Mau Investasi Industri Baja, Kimia, dan Petrokimia Dibuka Lebar

Ekonomi  KAMIS, 12 DESEMBER 2019 | 07:55 WIB

Jokowi Mau Investasi Industri Baja, Kimia, dan Petrokimia Dibuka Lebar

MoeslimChoice | Presiden Joko Widodo (Jokowi) menghendaki investasi di bidang industri substitusi impor dibuka lebar-lebar. Ini terkait besarnya kontribusi impor bahan baku atau bahan baku penolong pada defisit neraca perdagangan.

Secara khusus, Jokowi meminta soal ini menjadi catatan BKPM (Badan Koordinasi Penanaman Modal) dan Menko Maritim dan Investasi, agar menyegerakan langkah-langkah quick win (cepat dapat) yang betul-betul konkret untuk mendorong tumbuhnya industri pengolahan seperti industri besi baja, industri petrokimia dan juga tidak kalah pentingnya percepatan mandatory (kewajiban) biodiesel B30, dalam rangka menurunkan impor BBM.

“Berarti tadi industri baja, industri kimia atau petrokimia, betul-betul harus dibuka. Karena ini jebakan substitusi impor,” kata Presiden Jokowi saat memberikan pengantar pada Rapat Terbatas (Ratas) tentang Akselerasi Implementasi Program Perindustrian dan Perdagangan, di Kantor Presiden, Jakarta, Rabu, 11/12/19.

Mengenai biodiesel B30, Presiden menyatakan sudah menpata laporan dari Menteri BUMN Erick Thohir. “Saya tadi mendengar dari Pak Menteri BUMN, bulan ini sudah bisa kita mulai untuk biodiesel B30," sambung Jokowi.

Lantas soal industri pengolahan, kata Jokowi, bukan hanya untuk menghasilkan barang-barang pengganti impor, melainkan juga akan memberikan nilai tambah. "Karena membuka lapangan kerja yang cukup besar. Ini yang memang kita kejar: membuka lapangan kerja,” tegas Presiden.

Sebelumnya saat mengawali arahannya Presiden Jokowi mengemukakan, bahwa fokus pemerintah ke depan adalah menjaga pertumbuhan ekonomi agar tetap positif dan menekan defisit transaksi berjalan, serta pada saat yang sama memperbesar surplus neraca perdagangan. Karena itu, menurut Presiden, kita harus konsentrasi pada langkah-langkah terobosan untuk pengurangan angka impor.

Jokowi juga merujuk data Badan Pusat Statistik bahwa impor bahan baku atau bahan baku penolong memberikan kontribusi yang besar yaitu 74,06 persen dari total impor periode Januari sampai Oktober 2019. Sedangkan impor barang modal angkanya sampai 16,65 persen dan impor barang konsumsi sebesar 9,29 persen.

Lebih jauh, Presiden menjelaskan, jenis barang bahan baku yang masih besar angka impornya antara lain adalah besi baja yang mencapai 8,6 juta dollar AS, dan industri kimia organik atau petrokimia yang mencapai 4,9 miliar dollar AS  dan juga industri kimia dasar.


Komentar Pembaca