Gubernur Khofifah Jadi Saksi di Sidang Romahurmuziy

Hukum  RABU, 11 DESEMBER 2019 | 18:12 WIB | Sunarya Sultan

Gubernur Khofifah Jadi Saksi di Sidang Romahurmuziy

Foto/net

Moeslimchoice | Pada awal Januari 2019, Gubernur Jawa Timur (Jatim) Khofifah Indar Parawansa mengaku pernah berangkat umrah bersama sejumlah tim suksesnya. Perjalanan ibadah umrah itu juga bersama dengan Roziki yang merupakan menantu dari mantan Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Jawa Timur Haris Hasanudin.

Seperti diketahui, Roziki merupakan Ketua Timses Khofifah saat dirinya maju dalam Pemilihan Gubernur Jawa Timur. Perjalanan umrahnya itu juga bersama dengan KH Asep Saifuddin Halim.

“Pernah (umrah) bersama Pak Roziki dan Kyai Asep, kira-kira sembilan hari,” jelas Khofifah saat bersaksi untuk terdakwa Romahurmuziy alias Rommy di PN Tipikor Jakarta, Rabu (11/12/2019).

Meski begitu, Khofifah mengaku tidak ada pesan khusus dari Roziki sebagai menantu dari Haris Hasanudin. “Tidak ada pesan khusus,” katanya.

Khofifah juga pada sebelumnya pernah dihadirkan sebagai saksi Pengadilan Tipikor Jakarta untuk terdakwa yang merupakan pemberi suap dalam kasus jual beli jabatan di lingkungan Kementerian Agama, yakni mantan Kakanwil Kemenag Provinsi Jawa Timur Haris Hasanuddin.

Bukan hanya Haris, terdakwa yang sama dalam kasus ini, yakni mantan Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Gresik Muhammad Muafaq Wirahadi. Pada perkara ini, Haris telah divonis 2 tahun penjara, karena dinilai terbukti menyuap anggota DPR RI 2014-2019 Romahurmuziy alias Rommy dan Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin sebesar Rp325 juta.

Sedangkan Muafaq, divonis 1,5 tahun penjara karena dinilai terbukti memberikan suap sejumlah Rp91,4 juta kepada Rommy dan caleg DPRD Gresik dari PPP Abdul Wahab.

Mantan Ketua Umum PPP Romahurmuziy alias Rommy dalam persidangan ini didakwa menerima uang total Rp300 juta dari dua pejabat Kemenag di Jawa Timur. Mereka adalah Kepala Kantor Wilayah Kemenag Jawa Timur Haris Hasanuddin dan Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Gresik Muafaq Wirahadi.

Uang itu diduga sebagai komitmen kepada Romahurmuziy untuk membantu keduanya agar lolos dalam seleksi jabatan di wilayah Kemenag Jawa Timur. Rommy dianggap bisa memuluskan mereka ikut seleksi karena ia dinilai mampu bekerja sama dengan pihak tertentu di Kemenag.

Pada waktu itu, Haris melamar posisi Kakanwil Kemenag Jawa Timur. Sementara itu, Muafaq melamar posisi Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Gresik. [nry]


Komentar Pembaca