Ditarget 18 Juta Wisman, Kemparekraf Pesimis

Wisata  RABU, 11 DESEMBER 2019 | 14:15 WIB

Ditarget 18 Juta Wisman, Kemparekraf Pesimis

Ilustrasi

MoeslimChoice | Memasuki penghujung 2019, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemparekraf) berusaha keras mengejar ketertinggalan kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) yang ditargetkan 18 juta.

MC Award 2

Berdasarkan catatan data Badan Pusat Statistik (BPS), jumlah kunjungan wisatawan mancanegara yang berkunjung ke Indonesia selama periode Januari hingga Oktober 2019 berada di angka 13,62 juta.

Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran I Kemeparekraf, Rizki Handayani, pun merasa kurang yakin bila target tersebut bisa tercapai.

Dirinya memperkirakan bahwa hingga akhir tahun, jumlah kunjungan wisman mendarat di kisaran angka 16 juta kunjungan.

Salah satu alasannya adalah karena penurunan jumlah kunjungan wisata ke DKI Jakarta yang hanya mencapai 22% pada periode April hingga Juli 2019. Hal tersebut dikarenakan kondisi politik pascapemilu.

Untuk itu, demi menggairahkan kembali jumlah kunjungan wisman, Kemparekraf berupaya untuk mengembalikan lagi citra DKI Jakarta sebagai pintu gerbang wisata Indonesia.

"Jakarta dari kacamata wisatawan asing miliki potensi besar. Pada 2020 kita akan membuat program-program yang lebih segmented. Semisal, wisata kuliner, belanja, festival, dan juga olah raga. Kalau Jakarta dipromosikan dengan baik, maka destinasi lain pun juga terbantu dipromosikan seperti, Bali. Mulai saat ini kita butuh kolaborasi seluruh stakeholder,” ungkap Rizki Handayani saat dijumpai wartawan, usai peluncuran program Amazing Deals to Indonesia di Jakarta Pusat, Selasa (10/12/2019).

Selain itu, Kemparekraf juga berupaya menarik jumlah kunjungan wisman dari Malaysia dan Singapura di akhir tahun ini.

Salah satunya dengan menggandeng Traveloka dalam membuat program Amazing Deals to Indonesia.

 

Tertinggi

Menurut data yang dipaparkan Rizki, Malaysia dan Singapura masuk dalam kelompok negara dengan jumlah kunjungan wisatawan tertinggi ke Indonesia.

Tercatat hingga Oktober 2019, sebanyak 241.000 (17,80% dari total wisatawan asing) berasal dari Malaysia, dan sebanyak 145.200 (10,72% dari total wisatawan asing) berasal dari Singapura.

"Akhir tahun ini kita berusaha membidik wisatawan jarak dekat dari segi akses, sehingga kemungkinan terjadinya pembelian itu tinggi. Selain itu Malaysia dan Singapura merupakan pasar yang cukup tinggi tingkat antusiasmenya untuk berkunjung ke Indonesia, terutama di akhir tahun,” tuturnya. [yhr]


Komentar Pembaca