Soal ‘Simpanan’ Ari Askhara, Ini Pengakuan Pramugari Garuda

Sosial  RABU, 11 DESEMBER 2019 | 09:48 WIB

Soal ‘Simpanan’ Ari Askhara, Ini Pengakuan Pramugari Garuda

Eks Dirut Garuda, Ari Askhara

MoeslimChoice | Tudingan bahwa eks Direktur Utama (Dirut) Garuda Indonesia, I Gusti Ngurah Askhara Danadiputera atau Ari Askhara, memiliki "pramugari simpanan" mulai terungkap setelah “orang dalam” di maskapai penerbangan plat merah itu mengakui adanya affair tersebut.

Setelah Ari Askhara dipecat sebagai Dirut Garuda oleh Menteri BUMN Erick Thohir, awak Garuda mulai berani membuka mulut perihal kelakuan buruk mantan atasannya tersebut.

Ari Askhara dipecat lantaran diduga terlibat dalam kasus penyelundupan komponen lengkap Harley Davidson dengan cara memakai fasilitas pesawat Garuda.

Setelah dipecat, muncul beragam kisah pelik di balik kepemimpinan I Gusti Ngurah Askhara Danadiputera sebagai Direktur Utama Garuda.

Bahkan, baru-baru ini, sosial media Twitter dihebohkan dengan adanya akun anonim yang membeberkan kisah pelik para pramugari garuda.

Akun anonim itu membeberkan secara rinci mengenai kabar “wanita simpanan” Dirut Garuda, Ari Askhara, yang menghebohkan publik.

Perempuan “simpanan” itu disebutkan bernama PR, dan tingkah lakunya kerap merugikan awak kabin Garuda Indonesia lainnya.

Meski belum jelas mengenai kabar tersebut, namun adanya “wanita simpanan” itu dibenarkan oleh salah seorang pramugari Garuda.

Pramugari bernama Jacqueline, yang tergabung bersama Ikatan Awak Kabin Garuda Indonesia (IKAGI), memberi jawaban.

Ia membenarkan adanya sang “perempuan simpanan” dari Dirut Ari Askhara dan kerap bertingkah semena-mena kepada awak kabin lain.

Hal itu dia sampaikan saat menjadi narasumber di program Inews TV, yang dilansir dari akun YouTube-nya, Senin (9/12/2019).

"Pernah Mbak, ini pengalaman ya, bukan terjadi pada saya, jadi ketika kami sedang rapat pengurus IKAGI, tiba-tiba Mas Zaenal bilang dua hari ia ditugaskan ke Jepang dengan oknum tersebut," tuturnya.

Jacqualine pun menceritakan jika sang oknum “wanita simpanan” Ari itu pernah bermasalah, yakni menghilangkan jadwal terbang dari Zaenal Muttaqin, Ketua IKAGI.

"Kemudian tiba-tiba, salah satu dari atasan kami, Chief, mengatakan oknum itu tidak suka pada Zaenal karena ada satu masalah ketika Zaenal mengkritik tindakan dia," lanjut Jacqueline.

Benar saja, schedule terbang Zaenal memang dihapus, hanya karena perasaan pribadi.

"Dia tidak suka dan saat itu juga Chief mengatakan bahwa jangan terbang bersama, nanti schedule Zaenal akan dihapus. Dan ternyata memang schedule-nya Mas Zaenal dihapus," ujar Jacqueline.

Tingkah laku dari “wanita simpanan” sang Dirut itu, menurut Jacqueline, jelas melanggar aturan perusahaan.

"Kalau tadi dibilang melanggar aturan perusahaan, jelas. Bayangkan saja, schedule Osaka 4 hari punya Mas Zaenal dihapus hanya karena oknum itu tidak suka pada Zaenal.

"Hanya karena oknum tersebut tidak suka, itu kan jelas pelanggaran, bisa menghilangkan jadwal terbang yang bagi awak kabin itu sangat penting," tuturnya.

Zaenal Muttaqin, yang juga menjadi narasumber pada program yang sama, membenarkan hal tersebut.

"Iya, benar. Saat itu saya ingin mempermasalahkan. Namun, karena saya ingin membina hubungan baik dengan Ari Askhara, jadi tidak apa-apa, yang penting menjadi pelajaran juga bagi saya ke depannya," tutur Zaenal.

Zaenal tidak mempermasalahkan, namun jika perlakuan kepadanya terlalu berlebihan, maka ia akan protes.

"Ketika ini nanti terlalu berlebihan melakukan seperti itu, maka nanti kita akan protes keras," ujar Zaenal.

Sebelumnya diberitakan, Ketua Ikatan Awak Kabin Garuda Indonesia (IKAGI), Zaenal Muttaqin, membeberkan soal kepemimpinan Ari Askhara.

Hal itu ia sampaikan saat menjadi narasumber di program Sapa Indonesia Malam, Kompas TV, Jumat (6/12/2019).

Zaenal menyebutkan, sejak awal Garuda Indonesia dipimpin oleh Ari Askhara, ada kebijakan aneh yang diterapkan.

"Saya melihat, dari awal kepemimpinan beliau, memang ada hal-hal yang terlihat aneh di kebijakannya," ujarnya.

Lalu, Zaenal pun menceritakan contoh kebijakan aneh yang dilakukan Ari Askhara, seperti perombakan jabatan yang tak sesuai aturan.

"Contoh di awal itu dilakukan perombakan jabatan yang tidak sesuai aturan yang diatur sebelumnya, seperti di karyawan darat mereka yang sudah menjabat puluhan tahun itu bisa di-rolling secara mudah," tuturnya, menjelaskan.

Menurutnya, perombakan jabatan sudah memiliki aturan tersendiri, namun Ari Askhara tidak menerapkannya.

"Harusnya kita punya aturan itu, bagaimana aturan seseorang itu ditempatkan misal di luar negeri maupun di dalam negeri. Itu ada aturannya. Begitu juga di awak kabin, itu (Ari Askhara) begitu mudahnya mereka menggantikan seseorang, menunjuk seseorang untuk menjabat di perusahaan," jelas Zaenal.

Ia pun memberikan contoh perombakan jabatan yang tak sesuai bidang keahliannya.

"Contoh, teman-teman kami yang tidak tahu tentang persoalan catering, itu ditunjuk ke catering menjadi Vice President (VP) di Associate Customer Service (ACS)," ujar Zaenal.

Menurut Zaenal, kebijakan Ari Askhara kerap tidak sesuai. Ia memisalkan, apa yang diucapkan Ari itu sudah menjadi aturan.

"Kebijakan itulah yang tidak sesuai dengan peraturan, artinya apa yang diucapkan itu menjadi peraturan, apa yang disebutkan itu menjadi aturan," tutur Zaenal.

Bahkan, Zaenal mencontohkan langsung yang terjadi saat ada sharing session internal perusahaan.

"Contohnya, pada saat sharing session, teman kami yang usianya sudah 36 tahun kemudian dia meminta kepada Pak Ari untuk dilanjutkan menjadi 46 tahun, itu pada hari itu juga jadi 46 tahun," ucap Zaenal.

Zaenal menegaskan, gaya memimpin Ari Askhara bisa dibandingkan seperti kerajaan.

"Artinya kan orang-orang seperti ini memimpin gaya-gaya kerajaan, negara, atau perusahaan publik? Itu dari awal sesuatu yang aneh bagi kami," pungkas Zaenal. [yhr]


Komentar Pembaca