Wapres Ma'ruf Sebut Tanah Wakaf Bisa untuk Tempat Komersial

Ekonomi  RABU, 11 DESEMBER 2019 | 09:25 WIB | Sunarya Sultan

Wapres Ma'ruf Sebut Tanah Wakaf Bisa untuk Tempat Komersial

Foto/net

Moeslimchoice | Seharusnya tanah wakaf yang dikelola Badan Wakaf Indonesia bisa digunakan sebagai tempat komersial daripada hanya untuk kegiatan sosial, seperti pembangunan masjid dan makam. Hal tersebut dikatakan Wakil Presiden RI Ma'ruf Amin dalam pembukaan Rapat Koordinasi Nasional Badan Wakaf Indonesia di Hotel Aryaduta, Jakarta, Selasa, 10/12/19.

Lebih lanjut Ma'ruf menyampaikan, saat ini ada 5,5 miliar meter persegi tanah wakaf yang dikelola Badan Wakaf Indonesia. Deng sebanyak 10 persen di antaranya berada di lokasi strategis.

"Lahan wakaf yang berada di area strategis seharusnya dapat digunakan untuk area komersil tanpa menghilangkan sarana pemberdayaan umat. Saat ini lebih dari 72 persen tanah wakaf sebagian besar dimanfaatkan untuk masjid dan musholla," ungkap Wapres.

Disebutkan Ma'ruf, saat ini lebih dari 14 persen tanah wakaf digunakan untuk sekolah dan pesantren, 4,5 persen untuk makam, serta 8,6 persen untuk kegiatan sosial lainnya. Tanah wakaf menurut Wapres belum dikelola dengan baik sebagai instrumen ekonomi syariah. Padahal tanah wakaf punya manfaat ekonomi yang tinggi bagi umat.

Oleh sebab itu, Ma'ruf meminta perbaikan dalam pengelolaan wakaf. Dia meminta Badan Wakaf Indonesia membenahi lima hal, yaitu regulasi tentang wakaf, perbaikan tata kelola, penguatan kapasitas manajemen risiko, pengawasan, integrasi wakaf dengan sistem keuangan, serta standarisasi manajemen dan pengelola wakaf.

"Melalui kesempatan ini, saya ingin mendorong agar pengelolaan wakaf dilakukan secara lebih profesional dan kreatif dengan visi untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui peningkatan skala ekonomi umat," pungkas Wapres.

Contoh wakaf yang menjadi tempat komersial adalah hotel di lahan wakaf Habib Bugak Al Asyi (Aceh) di Makkah, Arab Saudi. Walhasil, setiap jamaah haji Aceh mendapat tambahan uang saku dari hasil usaha hotel di lahan wakaf itu. [nry]


Komentar Pembaca