Jokowi Lempar Isu Hukuman Mati Bagi Koruptor Karena...

Polhukam  RABU, 11 DESEMBER 2019 | 04:40 WIB

Jokowi Lempar Isu Hukuman Mati Bagi Koruptor Karena...

Moeslimchoice | Sehari sebelum peringatan hari Hak Asasi Manusia (HAM) Dunia, Presiden Joko Widodo mengeluarkan pernyataan akan menghukum mati terpidana kasus korupsi.

Ibarat dua sisi mata uang yang berbeda, Jokowi seolah-olah ingin memperlihatkan ketegasannya terkait penuntasan kasus korupsi di Indonesia. Tapi disisi yang lain, sikap dari pernyataannya itu cenderung meniadakan HAM atau malah sekeaar untuk mencari popularitas?

Pegiat HAM sekaligus Founder Lokataru Foundation Haris Azhar menyatakan hal itu saat dihubungi, Selasa (10/12). Katanya, Jokowi mencari popularitas semata, dibalik pernyataan hukuman mati terpidana korupsi. "Ini karakter. Kenapa hukuman mati itu dipakai? Karena satu untuk popularitas kedua salah konsep KPK-nya. KPK dibunuh," ucap Haris.

Padahal menurut Haris, memerangi koruptor bukan dengan hukuman mati, yaitu dengan memperkuat KPK sebagai sebuah institusi penegakan hukum anti rasuah. "Nah dia KPK-nya dibunuh, terus koruptornya mau dihukum mati, dari sisi HAM itu patut dipertanyakan. Dari sisi korupsinya sendiri ya enggak bakal ada orang yang dihukum dari kasus korupsi, karena KPK-nya dibunuh," ujar Haris.

Bahkan belakangan, sikap Jokowi yang memberikan Grasi atau pengampunan hukuman kepada Anas Maamun juga dianggap sebagai pencitraan saja. "Dia seolah-olah mau bangun ketegasan terhadap koruptor dengan wacana hukuman mati. Padahal ada yang lebih penting perosalan KPK itu, Perppu dan sikapnya terhadap penguatan KPK," tandas Haris.


Komentar Pembaca
Hadapi Kelompok Anti Anies agar Mundur, Kaum Betawi Lakukan Aksi Kawal Gubernur DKI
Heboh Keraton Agung Sejagat Purworejo

Heboh Keraton Agung Sejagat Purworejo

NasionalSelasa, 14 Januari 2020 | 05:55

Disentil DKPP Soal Kasus Wahyu, Ketua KPU Ngeles

Disentil DKPP Soal Kasus Wahyu, Ketua KPU Ngeles

PolhukamJumat, 17 Januari 2020 | 01:10

KPK Bingung Masinton Miliki Sprindik Wahyu Setiawan

KPK Bingung Masinton Miliki Sprindik Wahyu Setiawan

PolhukamKamis, 16 Januari 2020 | 06:55

Aksi Kawal Anies Berdasarkan Fakta dan Data, Bukan Asumsi

Aksi Kawal Anies Berdasarkan Fakta dan Data, Bukan Asumsi

PolhukamSelasa, 14 Januari 2020 | 22:16

IndoXXI Terjegal, Film Indonesia Tak Sontak Berkibar

IndoXXI Terjegal, Film Indonesia Tak Sontak Berkibar

IslamtainmentMinggu, 19 Januari 2020 | 20:10

Cekal Virus China, AS Perketat Pemeriksaan di Bandara

Cekal Virus China, AS Perketat Pemeriksaan di Bandara

InternasionalMinggu, 19 Januari 2020 | 19:40

Menolak Tudingan Tepuk Radikal

Menolak Tudingan Tepuk Radikal

OpiniMinggu, 19 Januari 2020 | 19:18

Iran Kirim Kotak Hitam Pesawat yang Jatuh Awal Bulan Ini ke Ukraina
Temuan Mendes PDTT, Ada Desa Surga di OKI!

Temuan Mendes PDTT, Ada Desa Surga di OKI!

NasionalMinggu, 19 Januari 2020 | 18:25