Megawati: Seluruh Negara Timteng pun Menolak Pendukung Khilafah

Nasional  SELASA, 10 DESEMBER 2019 | 08:59 WIB

Megawati: Seluruh Negara Timteng pun Menolak Pendukung Khilafah

Megawati Soekarnoputri, Ketua Dewan Pengarah BPIP

MoeslimChoice | Ketua Umum PDI Perjuangan yang sekaligus ditunjuk sebagai Ketua Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP), Megawati Soekarnoputri, menegaskan, Pancasila merupakan ideologi yang sudah paling tepat di Indonesia.

Ia meminta agar orang-orang yang masih menjunjung tinggi khilafah dan melakukan terorisme untuk pergi dari Indonesia.

Mengingat, khilafah tidak cocok untuk negara Indonesia yang memilik keanekaragaman budaya dan agama.

"Lebih baik kalian pindah. Kalau di sini, diam-diam mencatat apa yang saya omongkan. Lalu mengatakan ibu Mega itu perlu ditahan, hilangkan karena dia tidak setuju dengan namanya khilafah. Siapa yang akan menjadi khalifahnya? Tidak ada yang berani datang ke DPR," katanya di Gedung Konvensi Taman Makam Pahlawan Nasional Kalibata, Jakarta Selatan, Senin (9/12/2019).

Dalam acara internalisasi dan pembumian Pancasila serta penguatan wawasan kebangsaan di lingkungan Kementerian Sosial (Kemensos) itu, Megawati mengungkapkan, perang-perang yang terjadi di negara Timur Tengah merupakan imbas dari khilafah.

Padahal, menurutnya, khilafah sudah tidak ada sejak Turki menjadi negara republik pada 1924 silam.

"Untuk apa hidup di Indonesia? Jangan rusak Indonesia. Tolong, pergilah kalian. Apa di negara Arab pun, di Timur Tengah, diterima? Ya tidak. Seluruh negara yang ada di Timur Tengah menamakan negara, dan bangsa Suriah, Iran, Libya, Mesir, apalagi. Perang sampai hari ini sama mereka yang ingin membangun katanya khilafah," terangnya.

"Saya sudah membuka diri. Tidak usah main di jalanan, merusak yang namanya kepentingan umum dan sebagainya. Datang ke DPR. Berbicara apa yang kamu maksud dengan konsep itu. Pancasila kita sudah sangat dihargai, bukan hanya di Indonesia saja, tetapi banyak negara-negara di luar Indonesia," katanya. [yhr]


Komentar Pembaca