Warga Prancis Anggota ISIS Dipulangkan Turki

Internasional  SENIN, 09 DESEMBER 2019 | 16:10 WIB | Sunarya Sultan

Warga Prancis Anggota ISIS Dipulangkan Turki

Foto/net

Moeslimchoice | Sebelas warga Prancis yang ditangkap karena menjadi anggota kelompok Negara Islam (ISIS) di Suriah dipulangkan Pemerintah Turki. Disebutkan Kementerian Dalam Negeri Turki, mereka memulangkan militan asing itu langsung ke kampung halamannya.

Berdasarkan laporan Associated Press, Senin (9/12/2019), Pemerintah Turki tidak merinci identitas 11 orang warga Prancis yang dideportasi itu.

Sebagai informasi, Pemerintah Turki mulai memulangkan sejumlah warga asing yang dianggap anggota ISIS. Mereka merasa keberatan dijadikan tempat singgah atau harus menampung orang-orang yang masih ingin atau ditangkap karena bergabung dengan ISIS.

Tidak kurang dari 60 orang warga asing yang diyakini anggota ISIS sudah didepak dari Turki. Mereka berasal dari Amerika Serikat, Belanda, Denmark, Jerman dan Irlandia.

Menurut data, pada November lalu, Turki menahan hampir 1.200 anggota ISIS berwarganegaraan asing dan telah menangkap 387 anggota ISIS di Suriah utara.

Sejumlah negara Barat kerap menolak hingga mencabut status kewarganegaraan warganya yang diketahui bergabung dengan ISIS. Sehingga proses pemulangan simpatisan ISIS tidak selalu berjalan mulus.

Untuk diketahui, Yunani secara tegas sempat menolak pemulangan simpatisan ISIS. Sementara Inggris mencabut status kewarganegaraan terhadap lebih dari 100 warga negara yang diduga bergabung dengan ISIS.

Merujuk pada Konvensi New York 1961, kebijakan mencabut status kewarganegaraan sebenarnya tergolong ilegal. Namun beberapa negara seperti Inggris dan Prancis belum meratifikasi kebijakan pencabutan warga negara terhadap warga negara. [nry]


Komentar Pembaca