Luhut Dukung Airlangga Untuk Pimpin Partai Golkar

Polhukam  SENIN, 09 DESEMBER 2019 | 23:50 WIB | Sugiharta Yunanto

Luhut Dukung Airlangga Untuk Pimpin Partai Golkar

Moeslimchoice | Pertarungan Munas Partai Golkar semakin panas. Pasalnya, dukung mendukung kepada calon Ketua Umum Partai Golkar membuat senior Partai Golkar turun gunung, salah satu senior Partai Golkar yang turun gunung adalah Luhut Binsar Pandjaitan (LBP).

Sekjen Partai Golkar Lodewick Paulus menegaskan, LBP mendukung pencalonan Airlangga Hartarto sebagai Ketua Umum Partai Golkar. "Kita melihat LBP bukan seorang menko tapi senior Partai Golkar yang kebetulan mendukung pak AH," kata Lodewick 

Saat disinggung apakah dukungan LBP kepada Airlangga Hartarto merupakan dukungan dan sinyal dari istana untuk memuluskan kembali Airlangga Hartarto untuk menjadi Ketua Umum Partai Golkar kembali, Lodewick menampik singkat.

"Yang jelas pak Luhut datang sebagai senior, bukan sebagai Menteri. Terkait dukungan istana, tentunya di luar konteks itu," tegas Lodewick. Terkait dengan mekanisme pemilihan yang masih menjadi perdebatan apakah berlangsung tertutup atau terbuka, Lodewick menjelaskan akan mengikuti AD ART.

"Nanti kita lihat, karena itu kan masuk dalam tata tertib munas. Besok baru kita bahas. Mekanisme seperti apa, kan prinsip yang kita lakukan selama ini tidak keluar dari AD/ART." Ucapnya 

Diketahui, tim pemenangan Airlangga Hartarto giat melakukan konsolidasi di Jogja Padang Bali disinyalir untuk memuluskan secara aklamasi suara Airlangga Hartarto, Lodewick menjelaskan singkat.

"Yang jelas tahapan yang disampaikan AH tadi, penjaringan sudah kita lewati, nah setelah itu pencalonan, di situ kita lihat terkait dukungan. Terakhir, pemilihan. Di tahap pemilihan itu baru kita tahu aklamasi tidak. Yang jelas kalau sudah 50 + 1, kenapa kita harus ribut lagi? Capek lagi? Ketok saja selesai." Ujarnya 

Terkait dukungan 514 DPD I dan II Golkar kepada Airlangga Hartarto, Lodewick menegaskan tunggu hasil pemilihan. "Nanti kita lihat, keputusan di tahap terakhir pas pemilihan. Dan kita harap konsistensi dari pemegang hak suara seperti itu. Tapi kan kita tidak boleh jumawa kalau kita udah aklamasi. Tidak bisa," tandasnya. (amn)


Komentar Pembaca