4 Direktur Garuda Dicopot, Ini Reaksi Para Kru Pesawat

Ekonomi  MINGGU, 08 DESEMBER 2019 | 01:10 WIB

4 Direktur Garuda Dicopot, Ini Reaksi Para Kru Pesawat

Ilustrasi

MoeslimChoice | Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Erick Thohir, bersama Dewan Komisaris PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk, memberhentikan seluruh jajaran direksi yang terlibat dalam kasus penyelundupan Harley Davidson dan sepeda Brompton.

Serikat Karyawan Garuda (Sekarga), Asosiasi Pilot Garuda (APG), dan Ikatan Awak Kabin Garuda Indonesia (Ikagi) mengaku menerima keputusan tersebut.

"Kami sangat menghormati langkah Menteri BUMN dalam menyelesaikan permasalahan yang ada saat ini," bunyi keterangan tertulis Sekarga, APG, dan Ikagi yang diterima redaksi, Sabtu (7/12/2019).

Selain itu, ketiga serikat pekerja itu juga memutuskan untuk tak memberikan pernyataan yang dapat merugikan perseroan, dan akan tetap bekerja seperti biasa meski diterpa sejumlah skandal.

"Kami memohon kepada semua pihak untuk menahan diri, agar tidak memberikan pernyataan yang dapat merugikan PT Garuda Indonesia Tbk. Kami berkomitmen untuk tetap bekerja secara profesional demi menjaga kelancaran operasional penerbangan dengan selalu mengutamakan safety dan pelayanan yang terbaik kepada pelanggan Garuda Indonesia," tulis surat pernyataan tersebut.

Sebelumnya, diketahui ada empat direktur yang dicopot jabatannya karena terlibat dalam kasus penyelundupan motor Harley Davidson dan sepeda Brompton di pesawat Airbus A330-900 Neo.

Komisaris Utama Garuda, Sahala Lumban Gaol, meminta agar semua karyawan tidak terganggu dalam pekerjaannya meski ada restrukturisasi.

"Kepada seluruh karyawan Garuda Indonesia di mana pun berada, dan sedang melaksanakan tugas diminta tetap menjalankan tugasnya seperti biasa, dan tidak terganggu restrukturisasi ini. Dan tetap memberikan pelayanan yang terbaik untuk penumpang Garuda Indonesia," kata Sahala di kantor Kementerian BUMN, Sabtu (7/12/2019) siang.

Menindaklanjuti pemberhentian sementara itu, pihaknya akan menunjuk pejabat definitif atau pelaksana tugas (Plt) untuk mengisi jabatan direksi yang kosong.

"Saya belum bisa mengatakan (siapa saja direksi yang terlibat), tadi sudah disebutkan yang terlibat langsung maupun tidak langsung disampaikan di keputusan Dewan Komisaris akan diberhentikan sementara. Untuk penunjukannya Plt sesegera mungkin," tutup Sahala. [yhr]


Komentar Pembaca