Polres Pacitan Gulung Lima Penyalahguna Pil Double L

Hukum  JUMAT, 06 DESEMBER 2019 | 09:17 WIB

Polres Pacitan Gulung Lima Penyalahguna Pil Double L

Kapolres Pacitan, AKBP Sugandi

MoeslimChoice | Satuan Reskrim Narkoba Polres Pacitan, Jawa Timur, menggulung lima orang yang diduga kuat menyalahgunakan pil berbahaya jenis Double L (LL) atau Triheksifenidil Hcl.

Kelima pelaku tersebut masing-masing berinisial ANE (20), RW (19), YDW (24), DWK (20), dan EAH (22).

Empat di antara para pelaku itu tercatat sebagai warga Kecamatan Tegalombo, Pacitan, sedangkan seorang lagi berasal dari Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur.

Kapolres Pacitan, AKBP Sugandi, SIK., M. Hum., memaparkan kronologi penangkapan tersebut kepada Kontributor MoeslimChoice di Pacitan, Suluh Apriyanto.

Menurutnya, tindakan itu dilakukan berkat laporan dari masyarakat yang mencurigai keberadaan sejumlah pemuda, diduga tengah mengkonsumsi obat-obatan terlarang.

Masyarakat melaporkannya ke Polsek Arjosari, yang kemudian segera bertindak mengamankan para pemuda tersebut.

“Hasil dari pengembangan dan pemeriksaan terhadap para pemuda itu, akhirnya —pada tanggal 27 November 2019— Polsek Arjosari bersama Satres Narkoba Polres berhasil menangkap dan mengamankan kelima pelaku tadi di Jalan Raya Pacitan-Ponorogo, tepatnya di depan Indomart Arjosari, dengan barang bukti pil Double L (LL) sebanyak 1.021 butir,” papar Sugandi pada konferensi pers di halaman Mapolres Pacitan, Kamis (5/12/2019).

Saat ini, pihak kepolisian masih terus mengembangkan kasus tersebut. Diduga, masih ada tersangka lain yang menjadi pemasok dari obat kategori G (Gevaarlijk) atau berbahaya itu. Ia kini sudah menjadi DPO dan dalam pengejaran petugas.

Menurut keterangan para tersangka, lanjut Sugandi, barang itu didapat dari seorang warga Kabupaten Trenggalek untuk kemudian mereka edarkan di wilayah Pacitan.

"Kita terus kembangkan kasus ini, serta mengali keterangan dari para tersangka, dari mana asal usul barang tersebut, hingga menetapkan seseorang yang saat ini masih dalam pengejaran petugas," jelas Sugandi.

Ia kemudian mengimbau masyarakat untuk selalu turut berperan aktif memberantas penyalahgunaan obat-obat berbahaya.

"Diimbau kepada masyarakat, jika melihat ada yang mencurigakan dengan peredaran obat-obat terlarang tanpa izin agar jangan takut untuk melaporkan ke pihak kepolisian. Karena, kalau bukan kita bersama yang memberantas peredaran narkoba, lantas siapa lagi? Ini agar generasi muda di Pacitan terhindar dari pengaruh barang haram tersebut," imbuhnya.

Akibat perbuatannya, kelima tersangka tadi akan dijerat Pasal 197 UU Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan, dengan ancaman pidana maksimal 15 tahun penjara atau denda Rp 1,5 miliar.

Diketahui, pil jenis Triheksifenidil Hcl atau Double L (LL) ini memang bukan golongan narkotika, tetapi masuk kategori obat keras berbahaya, sehingga masyarakat dilarang untuk mengedarkan dan menggunakannya secara sembarangan.

Sejatinya, Double L merupakan obat untuk penyakit Parkinson, Thremor, obat penenang, bahkan kerap digunakan terhadap anjing gila. Namun, kenyataannya, obat tersebut terbukti sering disalahgunakan. [yhr]


Komentar Pembaca