Islam Adalah Agama yang Benar, Konsep Islam Tidak Boleh Abu-abu

Nasional  KAMIS, 05 DESEMBER 2019 | 18:38 WIB | Sunarya Sultan

Islam Adalah Agama yang Benar, Konsep Islam Tidak Boleh Abu-abu

Ilustrasi musuh dalam selimut/net

Moeslimchoice | Umat Islam di era sekarang mengalami dua tantangan yang harus diatasi dengan penguatan persatuan serta meningkatkan kualitas umat. Pernyataan tersebut disampaikan oleh Ketua Dewan Dakwah Aceh Dr Tgk Hasanuddin Yusuf Adan, MCL MA.

Pertama yakni musuh dalam selimut yakni umat Islam sendiri yang berprilaku munafik. Dan kedua adalah orang kafir yang selalu memusuhi dan terus menerus ingin menghancurkan Islam dan umatnya.

Dr Tgk Hasanuddin Yusuf Adan, MCL MA mengatakan hal tersebut saat mengisi pengajian rutin Kaukus Wartawan Peduli Syariat Islam (KWPSI) bertemakan 'Tanggungjawab Muslim terhadap Islam', di Rumoh Aceh Kupi Luwak Jeulingke, Banda Aceh, Selasa (3/12/2019) malam.

“Tantangan umat Islam pada masa Nabi Muhammad yaitu jelas-jelas menghadapi kafir sebagai musuh, sekarang ada orang Islam menjadi musuh bagi Islam sendiri,” jelas Tgk Hasanuddin Yusuf Adan pada pengajian KWPSI yang dipandu moderator Dosi Elfian seperti dilansir dari Antara.

Lebih lanjut Dosen Fakultas Syariah dan Hukum UIN Ar-Raniry ini menyampaikan, musuh Islam dalam selimut pada masa Rosulullah dapat dihitung jari. Salah satunya Abdullah bin Ubay bin Salul, tokoh munafik yang selalu memfitnah Rosulullah dengan berbagai isu.

Berkali-kali Al Quran menunjuk orang ini sebagai sosok kontroversi dalam tutur kata dan perbuatannya yang merugikan Islam dan kaum muslimin. Hampir setiap ada fitnah yang menimpa kaum muslimin di Madinah selalu ada peran Abdullah bin Ubay sebagai provokatornya.

Kini musuh Islam juga kalangan orang-orang munafik dan kafir. Orang munafik diibaratkan pemain bola yang memasukkan bola ke gawang sendiri.

Runtuhnya Khilafah Utsmaniyah salah satu faktornya diakibatkan musuh dalam selimut. “Islam adalah agama yang benar. Konsep Islam tidak boleh abu-abu,” terangnya.

Banyak orang Islam, menurut dia, yang berada di posisi penting pemerintah memilih posisi abu-abu. Rosulullah di masa hidupnya tidak pernah menerima tawaran orang kafir agar menghentikan dakwah dan akan diberikan jabatan penting. Setiap tawaran orang kafir pasti ada sesuatu di baliknya.

“Sekarang orang kita menawarkan diri. Jika ingin jabatan harus melacur diri. Tidak memiliki jabatan dianggap orang bodoh. Seharusnya kita harus menjaga marwah diri,” tegasnya.

Selain itu, alasan kemunduran Islam karena muslim memberikan kekuasaan kepada orang kafir.

Kafir sendiri terbagi dua yakni kafir zimmi dan kafir harbi. Kafir zimmi ialah orang kafir yang tinggal di wilayah mayoritas muslim dan tunduk pada aturan Islam. Sedangkan kafir harbi yang membangkang dan melawan aturan Islam di wilayah mayoritas muslim sehingga layak diperangi.

Menurut dia, umat Islam harus bersatu yang dapat diwujudkan dengan menghargai perbedaan pendapat serta mengedepankan ukhuwah.

Sebagai muslim, tanggungjawab hari ini bukan hanya memperkenalkan Islam, melainkan mengajak orang kafir masuk Islam, serta meningkatkan kualitas ibadah dan akhlak muslim.

“Kalau bukan dengan kekuasaan sangat susah. Namun sayangnya, banyak orang kita Islam ketika punya kekuasaan malah lupa terhadap Islam, bahkan ada yang tidak senang dengan aturan syariat Islam. Makanya kita harus ibdak binafsih. Tidak melakukan yang salah, tidak menggadaikan marwah, dan melacur demi kehormatan,” dia menerangkan. [nry]


Komentar Pembaca