Jokowi dan MRT Jakarta Raih Penghargaan di Singapura

Nasional  KAMIS, 05 DESEMBER 2019 | 11:57 WIB

Jokowi dan MRT Jakarta Raih Penghargaan di Singapura

Presiden Joko Widodo raih penghargaan Asian of the Year 2019 dari media Singapura, The Straits Times

MoeslimChoice | Presiden Joko Widodo mendapatkan penghargaan Asian of the Year 2019 dari media Singapura, The Straits Times, karena peran pemersatu di dalam dan kawasan Asia Tenggara. Atas penghargaan itu, Jokowi menyampaikan ucapan terima kasih.

Ucapan terima kasih disampaikan Jokowi melalui akun Twitter resminya, Kamis (5/12/2019). Seraya melampirkan foto dirinya di The Straits Times, Jokowi mengatakan bahwa penghargaan ini adalah kehormatan bagi Indonesia.

"Terima kasih. Ini kehormatan bukan untuk saya semata-mata, tapi untuk Indonesia," kata Jokowi.

Ini adalah kali kedelapan penghargaan Asian of The Year diberikan oleh The Straits Times. Tahun lalu, penghargaan diberikan kepada para petugas tanggap bencana, termasuk salah satunya mendiang Sutopo Purwo Nugroho, Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

Pemimpin lain yang pernah meraih penghargaan ini adalah Perdana Menteri Lee Kuan Yew, Perdana Menteri India Narendra Modi, dan Presiden China Xi Jinping.

Penghargaan ini, kata The Straits Times, diberikan kepada seseorang yang telah memberikan kontribusi positif di Asia.

The Straits Times menyebut Joko Widodo dipilih karena dianggap sosok pemersatu di Indonesia dan kawasan Asia Tenggara.

Pujian juga berdatangan dari netizen di Twitter terkait penghargaan tersebut. Kebanyakan mengaku bangga dengan pengakuan media internasional terhadap kinerja pemimpin negara Indonesia.

 

MRT Jakarta

Sementara itu, PT MRT Jakarta mendapatkan penghargaan dari International Innovation Awards (IIA) 2019. Acara ini diselenggarakan oleh Enterprise Asia di Singapura.

MRT Jakarta mendapatkan penghargaan untuk inovasi dalam kategori layanan jasa transportasi.

Sekretaris Perusahaan MRT Jakarta, Muhammad Kamaluddin, mengatakan, penghargaan yang diberikan karena Enterprise Asia menilai perusahaan berhasil menjadikan platform screen door membuat penumpang lebih tertib dalam mengantre.

“Ini penghargaan yang membanggakan. Kami berterima kasih pada Enterprise Asia yang memberikan penghargaan untuk kategori penyediaan jasa dalam hal ini aspek yang dinilai adalah platform screen door,” kata Kamaluddin kepada wartawan di Resort World Sentosa, Singapura, Rabu (4/12/2019) malam.

Platform screen door system merupakan jagaan pintu otomatis yang dipasang di semua peron MRT Jakarta. Jumlahnya sekitar 650-700 jagaan pintu.

Keberadaan jagaan pintu ini menjadi inovasi bagi ketertiban penumpang saat antre masuk kereta MRT Jakarta. Pun dengan keamanannya.

Sebab, kata Kamaluddin, jika screen door tak tertutup sempurna, maka kereta yang mau datang tak bisa masuk peron.

Pun ketika hendak melanjutkan perjalanan ke stasiun berikutnya, jika screen door tidak tertutup semua, kereta MRT Jakarta tak bisa berjalan.

Di Indonesia, kata Kamaluddin, belum banyak transportasi umum yang menggunakan platform screen door secara menyeluruh seperti MRT Jakarta.

Kereta layang di Bandara Soekarno Hatta Cengkareng, LRT Jabodebek, dan Halte Transjakarta di Bundaran HI yang sudah menggunakan screen door, tapi jumlahnya tak sebanyak MRT Jakarta.

“Sementara operator lama (MRT) di Jepang dan Eropa itu enggak semua peronnya tertutup (menggunakan screen door),” ucap Kamaluddin.

Dia bilang bahwa platform screen door ini bakal dipasang juga di stasiun MRT Jakarta fase dua yang saat ini tengah dibangun.

Menurutnya, kepuasan penumpang juga meningkat dengan adanya screen door di peron MRT Jakarta.

Ini juga yang menjadi pertimbangan Enterprise Asia memberikan penghargaan pada perusahaan.

 

Anak Usaha PT Telekomunikasi Indonesia

Selain MRT Jakarta, PT Sigma Cipta Caraka atau Telkomsigma juga mendapatkan penghargaan.

Anak usaha PT Telekomunikasi Indonesia Tbk atau Telkom ini diganjar penghargaan di bidang inovasi produk, yakni AlphaBITS Next Generation.

Direktur Utama Telkomsigma, Sihmirmo Adi, mengatakan, AlphaBITS pertama kali dibuat pada 1989.

Seiring dengan perkembangan jaman, platform dasar untuk sistem perbankan ini ditingkatkan. Lalu, pada 2015, AlphaBITS kembali diperbaharui menjadi AlphaBITS Next Generation.

“Jadi AlphaBIT Next Generation ini adalah core financial yang fokus di perbankan di kelas medium to large scale. Perasaannya ya senang dengan penghargaan ini pastinya,” kata Sihmirmo Adi.

Adi mengatakan, pengembangan AlphaBITS Next Generation pada 2015 ini merupakan respons atas perkembangan teknologi yang dituntur harus cepat dan fleksibel untuk diubah.

Kata dia, bedanya AlphaBITS generasi pertama dengan AlphaBITS Next Generation ini di antaranya layanan perbankan secara digital jadi bisa diberikan 24 jam.

Sebelumnya, layanan perbankan seperti transaksi lewat sistem tidak bisa dilakukan pada pukul 23:00 hingga 02:00 dini hari.

“Jadi aplikasi ini harus fleksibel, bisa diterapkan di bisnis model manapun di perbankan kelas medium, dan mudah untuk maintenance. Jadi dia mampu beradaptasi dengan semua arsitektur perbankan,” ucapnya.

Saat ini, terhitung sudah ada 15 perbankan nasional yang menggunakan teknologi ini, di dalamnya ada bank BUMN dan swasta.

Sebanyak 100 bank perkreditan rakyat (BPR) di daerah juga menjadi konsumen Telkomsigma.

“Target ke depan kita mau kejar 1.500 BPR,” katanya.

Direktur Enterprise Asia, Dato’ William Ng, mengatakan, penghargaan diberikan kepada para pemenang karena inovasi yang diciptakan memudahkan manusia. Dia berharap dengan adanya sederet inovasi ini bisa mendorong inovasi lainnya lahir.

“Para pemenang juga menerima InnoMark, yaitu sertifikasi global untuk inovasi. InnoMark, seperti International Innovation Awards, mengadopsi 8-Dimensi Inovasi milik kami —mencakup bidang-bidang seperti ketahanan, dampak yang luas, dan kreativitas. Ini tidak hanya akan membantu menentukan praktik terbaik dalam inovasi tetapi juga menyediakan landasan bagi perusahaan untuk memamerkan hasil inovasi mereka,” kata Ng. [yhr]


Komentar Pembaca