Pengasingan Kemasan Pencekalan, Habib Rizieq: Sudahlah! Akhiri Segala Kebohongan

Berita  KAMIS, 05 DESEMBER 2019 | 10:35 WIB | Adhes Satria

Pengasingan Kemasan Pencekalan, Habib Rizieq: Sudahlah! Akhiri Segala Kebohongan

Moeslimchoice | Kenapa Imam Besar Umat Islam Habib Rizieq Syihab (HRS) belum bisa pulang sampai hari ini? Dalam Reuni Mujahid 212 belum lama ini Lapangan Monas, Jakarta, Senin (2/12) lalu, Habib Rizieq menjelaskan, bahwa ia masih dicekal oleh Pemerintah Saudi Arabia dengan alasan keamanan, dan atas permintaan pemerintah Indonesia.

MC Award 2

“Sudahlah akhiri segala kebohongan, akhiri segala dusta di tengah kehidupan berbangsa dan bernegara,” kata Habib.  

Seperti dikatakan Dubes Saudi untuk Indonesia yang lama, Usamah Asy-Syu'aibi, pernah menyatakan, bahwa setiap saat ia bisa mengembalikan HRS ke Indonesia, tapi tanyakan sikap pemerintah anda sendiri. “Itulah pengakuan yang luar biasa, ada sesuatu dari pemerintah Indonesia yang membuat saya masih dicekal,” ujar Habib.  

Sementara Dubes Arab Saudi untuk Indonesia yang baru, Essam bin Abed Al-Thaqafi, mengatakan, urusan HRS di Saudi, ada negosiasi antar pejabat luar negeri, yakni antara Saudi dengan pemerintah Indonesia. Pernyataan kedua Dubes Saudi tersebut, baik yang lama maupun baru, bagi HRS, sudah cukup sebagai pembuktian, bahwa pencekalan dirinya adalah pengasingan yang dilakukan rezim pemerintah Indonesia saat ini.

“Karena itu jangan lakukan kebohongan publik. Sebaik-baik menyimpan bangkai, baunya akan tercium juga. Kesimpulannya., kenapa saya masih dicekal? Maka jangan tanya saya, jangan tanya pemerintah Saudi, tapi tanyakan pemerintah Indonesia yang telah melakukan pengasingan terhadap saya dengan kemasaan pencekalan.”

Pernyataan kebohongan lagi-lagi diucapkan pemerintah Indonenesia, kenapa HRS tidak melapor saja ke KBRI yang ada di Saudi? HRS mengatakan, bahwa saat pencekalan, yang pertama ia hubungi adalah pihak otoritas pemerintah Indonesia, bahkan Dubes Indonesia yang berkedudukan di Riyadh, mengirim utusannya ke kediaman HRS di Mekkah. Utusan itu meminta keterangan dan berkas keimigrasian dalam bentuk paspor dan visa. Semua berkas itu sudah diberikan.

Bahkan HRS sudah bicara dengan pihak dubes Indonesia melalui handphone utusan dubes. HRS mengucapkan terima kasih atas pengiriman utusan ke ke rumahnya. Bahkan HRS sempat menawarkan Dubes mampir mampir ke rumahnya. 

“Tapi saya kaget, ketika saya dianggap tidak melapor ke pihak KBRI yang ada di Saudi. Penyakit kebohongan juga di sampaikan pemerintah pusat, kemenlu sampai Menko polhukamnya. Karena itu Stop kebohongan, stop kebohongan, stop kebohongan, bangsa ini butuh kejujuran pemimpiannya.”

Kapan pencekalan dan pengasingan HRS akan berakhir, dan cekal dihentikan ? “Jangan tanya pada saya, juga jangan tanya kepada DPP FPI, GNPF Ulama, PA 212, Pemerintau Saudi, tapi otoritas pemerintah Indonesia yang menggelar sinetron pengasingan ini dengan kemasan pencekalan,” tegas Habib. (des)


Komentar Pembaca