Wapres Ma'ruf Diharapkan Bicara Ekonomi Syariah daripada Radikalisme

Polhukam  KAMIS, 05 DESEMBER 2019 | 06:35 WIB | Sunarya Sultan

Wapres Ma'ruf Diharapkan Bicara Ekonomi Syariah daripada Radikalisme

Foto/net

Moeslimchoice | Wakil Presiden Ma'ruf Amin diharapkan Ketua Umum GP Ansor Yaqut Cholil Qoumas lebih banyak berbicara ke publik soal ekonomi syariah dan penegakkan hukum daripada soal radikalisme. Pernyataan tersebut merupakan salah satu masukan yang disampaikan Yaqut beserta jajarannya saat bertemu Ma'ruf di Kantor Wakil Presiden, Jakarta, Rabu (4/12/2019).

"Itu juga yang disampaikan ke Pak Wapres. Pak Wapres ini dalam bacaan kami yang ada di Ansor, temuan kami melalui situasion room yang kami miliki," jelas Yaqut.

"Sebenarnya kami berharap beliau lebih banyak bicara soal ekonomi syariah dan hukum daripada soal yang lain seperti radikalisme," Yaqut menambahkan.

Lebih lanjut dia menyampaikan, persoalan radikalisme biarlah diurus Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT). Disebutkan Yaqut, BNPT memiliki kewenangan dan sumber daya yang besar untuk mengkomandoi pemberantasan radikalisme.

Menurutnya, berdasarkan pemetaan yang dilakukan GP Ansor, publik mengharapkan adanya sikap pemerintah yang tegas terkait penyelesaian masalah kemiskinan dan penegakkan hukum yang berkeadilan.

Karenanya, sambung Yaqut, sosok Ma'ruf sebagai wakil presiden sangat cocok berbicara mengenai ekonomi, kemiskinan, dan penegakkan hukum.

"Kami minta Wapres untuk konsentrasi atau lebih banyak bicara soal ekonomi syariah dan penegakkan hukum dan juga soal kemiskinan," pungkas Yaqut.

"Karena itu (bicara soal ekonomi dan hukum) sebenarnya yang diharapkan publik atas peran wakil presiden menurut temuan kami di situasion room yang kami punya. Tadi kami sampaikan semua data yang kami punya kepada beliau," tutup dia. [nry]


Komentar Pembaca