Lima Misi Calon "Dubes" Indonesia Untuk Kutub Utara

Berita  KAMIS, 05 DESEMBER 2019 | 03:25 WIB

Lima Misi Calon

Moeslimchoice | Jurnalis asal Bengkulu, Tangguh Sipria Riang, mencalonkan diri sebagai Calon "Duta Besar" (Dubes) asal Indonesia untuk Kutub Utara 2020. Dirinya akan bertugas mewakili Indonesia di ajang ekspedisi internasional, Fjällraven Polar 2020. Sebuah ekspedisi kereta salju dengan suhu mencapai minus 30 derajat selsius. 

"Jika terpilih, 'masa bakti' saya di kutub utara akan dimulai sejak tanggal 30 Maret - 5 April 2020. Selama tujuh hari di sana, saya akan ditugaskan untuk menjelajahi area kutub menggunakan kereta salju sejauh 300 kilometer," tulis Tangguh dalam akun media sosial Facebook, Tangguh San Realist, Selasa (3/12/2019) malam.

Tangguh memiliki lima misi saat mewakili Indonesia di kutub utara nanti. Pertama, misi kebangsaan. Menurutnya, selain mewakili jurnalis, ekspedisi ini juga sebagai duta bangsa untuk mempromosikan Indonesia di mata dunia. 

"Indonesia dikenal sebagai negara mayoritas muslim terbesar di dunia. Meski demikian sangat toleran dan memberi kebebasan kepada minoritas. Untuk berkarya dan berprestasi hingga tingkat global. Padahal di negara lain, minoritas muslim belum tentu mendapat porsi yang sama. Itu orang luar belum banyak tahu," paparnya.

Kemudian pada misi kedua, Tangguh akan mengusung misi lingkungan. Scriptwriter sekaligus Content Creator RanselPro.com itu akan mempublikasikan setiap kegiatan selama di kutub utara dalam bentuk reportase pemberitaan. Termasuk video dokumentasi dan penulisan buku. 

"Tujuannya, supaya bisa mengajak masyarakat Indonesia sadar akan perubahan iklim di kutub utara. Seperti apa dampaknya bagi kelangsungan hidup masyarakat secara nyata. Khususnya di Indonesia," terang wartawan yang gemar mendaki gunung itu.

Kemudian, ekonomi sosial akan menjadi misinya yang ketiga. Salah satu kreator kopi tradisional Bengkulu skala internasional itu akan membawa pengalaman dari kutub utara untuk mengembangkan potensi  Eco-tourism di Indonesia. Menurut pegiat travel ini, wilayah tropis Indonesia jauh lebih layak diberdayakan sebagai eco-tourism.

"Kalau di kutub saja bisa dijadikan ekspedisi, masa daerah tropis seperti Indonesia tidak bisa? Harusnya, ada banyak eco-tourism yang bisa diberdayakan," ungkap pria yang baru saja pulang dari survei ekspedisi jalur sutera di China itu.

Misi keempat, Tangguh menekankan pentingnya sisi edukasi. Lulusan sastra Jepang tersebut mengajak generasi milenial agar lebih peduli cara merawat bumi. Mengingat dampaknya akan dirasakan anak cucu nanti, sekian tahun ke depan. Apalagi ABG zaman now sangat pandai merawat alis. Apalagi cuma merawat planet yang sudah uzur ini. Pasti bisa.

Kelima, misi kemanusiaan. Selain bendera merah putih, Tangguh juga akan menyertakan simbolis bendera Palestina sebagai bentuk solidaritas, persaudaraan dan kemanusiaan. Berdasarkan hasil pengecekan di daftar peserta, ternyata tidak ada yang berasal dari Palestina. Apalagi, salah satu tujuan berdirinya negara ini memang untuk mendorong ketertiban dunia. Artinya, wajar jika Indonesia mendukung kemerdekaan Palestina.

Lalu, apa dasar penyematan istilah Dubes dalam ekspedisi yang akan diikutinya tersebut? Tangguh menjelaskan, bahwa istilah Dubes tersebut diusulkan rekan-rekannya sesama jurnalis di Ibu Kota. Mengingat, dirinya akan menjadi perwakilan Indonesia di kutub utara. Sekaligus membawa beberapa misi penting baik eksternal mau pun internal.

"Secara etimologi, Dubes bertugas sebagai perwakilan pemerintahan dan kepentingan suatu negara dimana ia ditugaskan. Termasuk mewakilkan presiden dalam acara-acara kenegaraan di tempat tugas. Nah, tugas saya selama di kutub nanti juga tidak jauh berbeda dengan itu. Ditambah lagi, kawan-kawan bilang, cocok nih jadi Dubes, tapi dubes Kutub Utara. Ya sudah, saya sih selow. Yang penting bantu Vote saya biar bisa jadi Dubes," pesannya.

Tangguh berharap dukungan masyarakat Indonesia dapat menjadikannya salah satu "Dubes" di ajang Fjallraven Polar 2020. Sehingga, itikad baik untuk menjalankan lima misi mulia sebagai Dubes asal Indonesia dapat terealisasi. 

Caranya, dengan memberikan voting melalui tautan https://tinyurl.com/votetangguh. Ia juga berharap voting untuknya terus masuk dan disebarkan sebelum ditutup tanggal 12 Desember 2019 mendatang. |(amn)


Komentar Pembaca