Sriwijaya Air Tutup Kantor di 10 Kota

Ekonomi  RABU, 04 DESEMBER 2019 | 11:27 WIB

Sriwijaya Air Tutup Kantor di 10 Kota

Ilustrasi

MoeslimChoice | Maskapai penerbangan Sriwijaya Air dikabarkan bakal menutup sepuluh kantor cabangnya setelah mengalami sengkarut kerja sama manajemen dengan PT Garuda Indonesia Persero Tbk.

Ketua Umum Asosiasi Serikat Pekerja Sriwijaya Air atau Aspersi, Pritanto Ade Saputro, mengatakan, penutupan itu dilakukan lantaran tidak ada lagi penerbangan Sriwijaya dan Nam Air ke rute tersebut.

"Untuk kantor yang sudah tidak ada penerbangannya itu Palu, Solo, Konawe Selatan, Tarakan, Malang, Lampung, Jambi, Bengkulu, Banjarmasin, dan Ambon," ujarnya kala dihubungi wartawan, Rabu (4/12/2019).

Penutupan kantor cabang ini sejalan dengan penghentian operasional pesawat di beberapa rute.

Sriwijaya terpaksa mengurangi rutenya karena jumlah armada dengan kondisi siap terbangnya berkurang.

Sriwijaya tercatat memiliki 30 pesawat yang dalam kondisi normal dapat terbang seluruhnya. Sedangkan saat ini, perusahaan maskapai itu hanya menerbangkan 10 unit pesawat.

Dengan ditutupnya 10 kantor cabang, Ade khawatir manajemen akan memangkas jumlah karyawan.

Ia memperkirakan, dalam waktu dekat direksi bakal memangkas 50 persen karyawan dengan status kontrak maupun pegawai tetap.

"Yang pasti dari kru sudah banyak yang tidak mendapatkan scedule terbang karena perbandingan jumlah pesawat dengan jumlah kru tidak rasional," ujarnya.

Komisaris Sriwijaya Air, Yusril Izha Mahendra, menyangkal bahwa penutupan kantor cabang dilakukan setelah perusahaannya putus kerja sama dengan Garuda Indonesia.

Ia mengatakan, kantor-kantor itu sudah ditutup sejak kerja sama dengan Garuda Indonesia masih berlangsung.

"Garuda Indonesia mencoba menguasai rute Sriwijaya, sehingga kami banyak menutup rute sejak kerja sama terjalin," katanya kala dihubungi wartawan.

Ihwal nasib karyawan, Yusril memastikan akan mempertahankan seluruh pegawai tetap Sriwijaya Air.

Namun, untuk menyeimbangkan rasio perusahaan, direksi mungkin tidak akan memperpanjang masa kontrak karyawan tak tetap.

Saat ini, jumlah karyawan Sriwijaya berjumlah 3.100 orang. [yhr]


Komentar Pembaca