Ada di Papan Bawah, Derajat Pendidikan Indonesia Kalah dari Malaysia

Pendidikan  RABU, 04 DESEMBER 2019 | 09:21 WIB

Ada di Papan Bawah, Derajat Pendidikan Indonesia Kalah dari Malaysia

Ilustrasi

MoeslimChoice | Indonesia berada di papan bawah peringkat pendidikan dunia 2018 yang disusun International Student Assesment (PISA).

Posisi Indonesia ini kalah dari negeri-negeri tetangga seperti Malaysia dan Brunei Darussalam.

Selasa (3/12/2019), PISA menerbitkan hasil penelitian pengetahuan murid dalam hal membaca, matematika, dan ilmu pengetahuan, serta apa yang dapat mereka lakukan dengan pengetahuan tersebut.

Indonesia mendapatkan angka 371 dalam hal membaca, 379 untuk matematika dan 396 terkait dengan ilmu pengetahuan.

Sementara Malaysia mendapatkan nilai membaca sebesar 415, matematika (440), dan 438 bagi sains.

Peringkat PISA yang dibuat The Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD), Organisasi bagi Kerja Sama Ekonomi dan Pembangunan, ini mengisyaratkan kualitas pendidikan di dunia.

Pemeringkatan ini dipandang memungkinkan para pengajar dan pembuat kebijakan untuk belajar dari kebijakan dan praktik yang diterapkan di negara-negara lain.

PISA menempatkan China di urutan teratas dunia di semua subjek. Dengan angka membaca (555), matematika (591), dan ilmu pengetahuan (590), berdasarkan data dari empat provinsi —Beijing, Shanghai, Jiangsu, dan Zhejiang— dengan jumlah penduduk 180 juta.

Keempat provinsi ini dipandang sangat efektif dalam memastikan semua murid, termasuk yang memiliki keterbatasan, untuk mencapai prestasi tertinggi.

Bahkan, murid yang paling termarjinalkan pun, sekitar 10%, memperlihatkan hasil yang lebih daripada rata-rata murid di Inggris.

Di peringkat kedua di dunia adalah Singapura dengan angka 549 untuk membaca, 569 untuk matematika, dan 551 untuk sains.

 

Estonia Kekuatan Baru

Finlandia dan Estonia adalah dua negara Eropa dengan kinerja terbaik.

Estonia dipandang sebagai kekuatan pendidikan terbaru di Eropa, dengan mengalahkan sejumlah ekonomi utama benua ini, termasuk Inggris.

Pada tahun 2016, Estonia berada di peringkat ketiga dalam ilmu pengetahuan, sementara Inggris di urutan ke 12.

Dalam hal membaca, Estonia di urutan keenam, jauh di atas Inggris yang ada di peringkat ke-22.

Pemerintah Estonia memang memprioritaskan kualitas terbaik, khususnya terkait dengan pendidikan dasar.

OECD telah melakukan tes ini sejak tahun 2000, dan kebanyakan negara dengan pemasukan menengah dan tinggi ikut serta di dalamnya.

Tes PISA telah menjadi alat ukur berpengaruh terkait dengan standar pendidikan, karena memberikan perspektif yang berbeda dengan ujian nasional. [yhr]


Komentar Pembaca