Ngurus Jenazah Itu Fardhu Kifayah, Beginilah Gagasan Pemprov Sumsel

Tentang Sumsel  SENIN, 02 DESEMBER 2019 | 14:55 WIB | Rahmad Romli

Ngurus Jenazah Itu Fardhu Kifayah, Beginilah Gagasan Pemprov Sumsel

MOESLIMCHOICE. Umat Islam diwajibkan memiliki pengetahuan dan keterampilan mengurus jenazah mulai dari memandikan, mengkafani, mensholatkan jenazah karena hal itu adalah fardhu kifayah. Atas dasar itulah Pemprov Sumsel melakukan pembinaan dan pelatihan kepada bilal se kabupaten/kota yang ada di Sumatera Selatan (Sumsel) di Masjid Raya Takwa, Senin (2/12).

Asisten I Pemerintah Provinsi Sumsel,  H. Akhmad Najib menegaskan, kemampuan untuk mengurus jenazah atau mayit merupakan salah satu kewajiban umat Islam. Namun, untuk melakukan kewajiban tersebut diperlukan pengetahuan dan pemahaman secarah utuh.

"Hukum mengurus jenazah adalah fardhu kifayah. Artinya umat Islam diwajibkan memiliki pengetahuan dan keterampilan mengurus jenazah mulai dari memandikan, mengkafani, mensholatkan dan menguburkan jenazah sesuai syariat islam," ungkap Akhmad Najib dalam sambutannya.

Dia menjelaskan, di era globalisasi sekarang ini, kegiatan pembinaan dan pelatihan terhadap bilal mayit ini penting dilakukan. Sebab, saat ini masih banyak masyarakat khususnya generasi muda yang belum sadar pentingnya keterampilan dalam mengurus jenazah.

"Kami berharap para peserta dapat menyerap ilmu yang diberikan. Sehingga nantinya ilmu tersebut dapat diterapkan dalam pengurusan jenazah di masyarakat, terutama di lingkungan keluarga," tuturnya.

Sedikitnya, ada 150 orang bilal mayit yang menjadi peserta pada kegiatan yang digagas Gubernur Sumatera Selatan, H Herman Deru. 150 orang peserta tersebut diketahui merupakan utusan dari Bagian Kesra Kabupaten / Kota se Sumsel, Pengurus masjid, maupun perwakilan dari organisasi kemasyarakatan lainnya.

"Selain memberikan pembekalan keterampilan kepada masyarakat, hal ini juga untuk mempererat tali silahturahmi sesama umat tanpa melihat latar belakang pemeluk agama tersebut," tutur Plt. Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat Setda Provinsi Sumsel, M Iqbal Alisyahbana S.STP

Sedangkan Rahmat, salah seorang peserta mengapresiasi kegiatan pembinaan dan pelatihan mengurus jenazah yang digelar untuk bilal mayit tersebut.

"Pelatihan ini sangat baik. Karena dengan pelatihan kami para bilal menjadi lebih mengerti tata cara mengurus mayit," kata Rahmat.

Bahkan Rahmat berharap agar kegiatan semacam ini bisa dilakukan secara berkesinambungan.

"Kabupaten dan kota di Sumsel harus rutin melakukan kegiatan ini. Sosialisasi juga tak kalah penting agar kegiatan ini bukan hanya diikuti orang tua tetapi juga anak muda," pungkasnya.

Diketahui, penyelenggaraan bilal mayit ini merupakan salah satu program yang tergabung dalam Petugas Penghubung Urusan Keagamaan Daerah (P2UKD) yang sebelumnya sebelumnya sudah diaktifkan kembali Gubernur Sumsel H Herman Deru.

"Jadi P2UKD ini tujuannya multifungsi seperti untuk pembinaan umat, penyuluhan agama, serta berperan sebagai P3N juga, penggagas rumah tahfidz, pelatihan khotib juga penyelenggaraan bilal mayit dan lainnya," jelas HD. [rhd]


Komentar Pembaca