Sah! APBD Kabupaten Bekasi Senilai Rp6,35 Triliun

Ekonomi  MINGGU, 01 DESEMBER 2019 | 15:05 WIB | Sunarya Sultan

Sah! APBD Kabupaten Bekasi Senilai Rp6,35 Triliun

Foto/net

Moeslimchoice | Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2020 sebesar Rp6.354.727.439.731 ditetapkan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bekasi. Disebutkan Ketua DPRD Kabupaten Bekasi Aria Dwi Nugraha, bahwa nilai tersebut naik Rp41.238.279.517 dibandingkan APBD Perubahan tahun ini.

“Jadi setelah kami tetapkan, ini akan diajukan ke provinsi untuk dikoreksi. Setelah itu disetujui,” tutur Aria, Minggu (1/12/2019).

Lebih lanjut Bupati Bekasi Eka Supria Atmaja mengatakan, fokus penggunaan anggaran 2020 masih pada sektor pembangunan infrastruktur, kesehatan, pendidikan dan ketenagakerjaan. Khusus untuk pendidikan, akan ada perubahan sistem terutama berkaitan dengan pembangunan ruang kelas beserta fasilitasnya.

Hingga kini, terdapat kesimpangsiuran anggaran fasilitas pendidikan. Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) serta Dinas Pendidikan memiliki anggaran masing-masing dalam penyediaan fasilitas tersebut. Dinas PUPR bertugas membangun gedung sekolah, sedangkan Dinas Pendidikan menyediakan meja dan bangku.

Namun, pada praktiknya, pelaksanaan pembangunan dan perlengkapan untuk pendidikan kerap tidak sinkron.

“Ini sudah menjadi persoalan lama yang kunjung ada solusinya. Sekarang, saya tegaskan, ini dalam APBD 2020 jadi perubahan yang signifikan. Maka, proses pembangunan akan fokus bersamaan dengan fasilitas penunjang lainnya. Pendidikan, bersama kesehatan, ketenagakerjaan masih menjadi fokus di 2020,” pungkasnya.

Sebagai informasi, pembahasan APBD 2020 sempat terhambat lantaran terkendala proses peralihan dewan. Walau demikian, setelah melalui pembahasan pada Kebijakan Umum Anggaran (KUA) dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (PPAS), draf keuangan pun masuk dalam RAPBD.

Dan proses pembahasan RAPBD rampung sebelum batas akhir penetapan, yakni 30 November. Sehingga, Kabupaten Bekasi pun terbebas dari sanksi pemotongan dana dari pusat. [nry]


Komentar Pembaca